14 Kabupaten Zone Merah Kemiskinan di Jateng perlu Gerakan literasi Gemar Membaca

14 Kabupaten di propinsi Jawa Tengah masuk dalam zone Merah kemiskinan.  Pemerintah Propinsi Jawa Tengah mendesak kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah-OPD, agar melakukan pendampingan secara efektif, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi, termasuk dalam kepustakaan dan kearsipan.  Selengkapnya, berikut laporannya.//

Sebagaimana pepatah Buku adalah Gudang Ilmu, Rendahnya literasi atau minat baca masyarakat menjadi salah satu penyebab terbatasnya kualitas Sumnber daya manusia yang  berbanding lurus dengan Indeks Pembangunan Manusia- Human Development Index yang juga rendah. Salah satu paremeter  yang dapat dilihat di tingkat masyarakat  afda;ah masih ditemukannya kantong-kantong kemiskinan yang kemudian dikenal dengan istilah Zone Merah Kemiskinan. 

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan propinsi Jawa Tengah, Mugroho pada Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Gedung Graha Pemuda Cilacap menyatakan, di wilayah propinsi Jawa Tengah masih ditemukan sedikitmya 14 Zone Merah Kemiskinan tersebar di 35 Kabupaten Kota.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ketika ditanya bercajaya FM Nugroho menjelaskan, pemerintah propinsi Jawa Tengah mengambil kebijakan dengan pola pendampingan yang diwajibkan bagi setiap Organidsasi Perangkat Daerah-OPD.

Pendampingan pada desa yang masuk dalam katagori Zone Merah Kemiskinan ini, juga berlaku bagi sejumlah desa di Kabuoaten Cilacap.   Berdasarkan Basic Data Terpadu Lemiskinan Tahun 2018, terdapat 8 desa yang masuk dalam zone merah, seperti Desa Binangun di kecamatan  Bantarsari, DexsaKaranggintung di kecamatan  Gandrungmanghu, Desa Jenang, Pahonjean dan Desa Salebu di kecamatan Majenang, desa  Limbangan dan Adimulya di Kecamatan Wanareja serta  Desa Gentasari di Kecamatan Kroya. Selain dilakukan pendamping lintas OPD, para pustakawan sesuai tugasnya dapat memprovokasi secara positif untuk gemar membaca buku serta meliterasi dirinya untuk lepas dari kemiskinan.

Namun menurut Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan propinsi Jawa Tengah, Mugroho, untuk merubah pola pikir dasar agar masyarakat gemar membaca bukanlah menjadi pekerjaan instan.  Melainkan memerlukan waktu panjang yang efektivitasnya sangat ditentukan oleh kontinuitas atau keberlanjutan program dan kegiatan di masyarakat. (4ng2id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *