Banyak Bangunan Bertingkat Salahgunakan Tangga Darurat

Di wilayah Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap merupakan daerah dengan persentase tertinggi terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami. Oleh karenanya diperlukan langkah pencegahan dan penanganan bencana secara cepat dan tepat, salah satunya dengan menggunakan fasilitas tangga darurat pada bangunan bertingkat.

Demikian disampaikan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah – BPBD Jawa Tengah – Sarwa Pramana pada kegiatan Renkon Tsunami di Fave Hotel Cilacap pada Kamis pagi.

Menurutnya, kondisi tanggap bencana sangat bergantung pada akses penyelamatan. Diantaranya pada gedung bertingkat, diperlukan tangga untuk akses. Namun faktanya, sampai kini masih banyak gedung yang tidak memiliki tangga, bahkan ada yang sudah memiliki fasilitas tetapi disalahgunakan// Akibatnya, jika terjadi bencana, akan membuat akses evakuasi menjadi terkendala.

Kepada Bercahaya FM, Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengungkapkan, kebiasaan pada suatu lembaga birokrasi pemerintah daerah terkadang menggunakan tangga darurat untuk gudang penyimpanan barang. Padahal disaat kondisi darurat, lift tidak berfungsi dan mengharuskan menggunakan akses tangga darurat. Selain tangga darurat, jalur evakuasi untuk penyandang disabilitas atau cacat juga diperlukan.

Sementara itu menanggapi hal tersebut Kepala BPBD Cilacap – Tri Komara Sidhy menyatakan, semua gedung bertingkat mulai dari perkantoran, perhotelan, maupun sekolahan, akan dilakukan pengecekan dan pemahaman fungsi utama tangga darurat secara benar.

Trikomara berharap dengan adanya renkon tsunami itu, nantinya mampu memberi pemahaman kepada Aparatur Sipil Negara, SKPD, BUMN, maupun masyarakat, tentang evakuasi bencana gempa dan sunami. Karena diketahui, Cilacap merupakan daerah paling rawan gempa dan tsunami dibandingkan 3 daerah lainya Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri. (gr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *