RDF CILACAP SEGERA DIUJI COBA

Proyek Refuse Derived Fuel – RDF sebagai satu solusi permasalahan sampah di Cilacap pembangunannya sudah mencapai skitar 90 persen. RDF yang berada di tempat pembuangan akhir Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi, diperkirakan mulai uji coba pada Oktober mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap – Adjar mugiono saat Press Conference Selasa siang didampingi Kepala Diskominfo Cilacap M Wijaya menjelaskan, RDF ini adalah pengolahan sampah untuk dijadikan bahan bakar. Pabrik semen yang membutuhkan suhu tinggi untuk produksi semennya menjadi pasar potensial untuk konsumen produk bahan bakar.

Menurut Ajar Mugiono, saat ini semua peralatan sudah siap, hanya saja saat ini sejumlah fasilitas pendukungnya belum lengkap seperti rumah panel atau rumah. Anggaran pembangunan RDF total mencapai 80 Milyar bersumber dari PUPR , Provinsi , APBD dan mesin bantuan dari Denmark.

Jika menilik volume sampah yang ada di Kota Cilacap, kapasitas pengolahan RDF sangat mampu mengatasinya. Saat ini volume sampah di kota sudah mencapai 150 ton per hari. Meskipun RDF menjadi solusi permasalahan sampah, akan tetapi nantinya yang diprioritaskan adalah sampah dari wilayah Cilacap. Jika masih kurang maka akan melakukan impor sampah ke Kabupaten tetangga.

Proyek RDF merupakan kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemkab Cilacap, Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Denmark dan PT Holcim Indonesia. (Arin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *