Direncanakan Pengiriman Batu Bara Pakai Kereta Api

Para pengusaha angkutan batubara dari Pelabuhan Tanjung Intan menuju PLTU Karangkandri dituding banyak melakukan pelanggaran aturan. Diantara kelebihan tonase dan mengemudi diluar batas kecepatan. Pelanggaran inilah yang berdampak pada lingkungan seperti muatan batu bara yang sering ditemukan berceceran di jalan raya. Bahkan pada Jum’at pekan kemarin, ceceran batu bara ini membuat banyak pengemudi sepeda motor yang mengalami kecelakaan karena tergelincir.

Dinas Perhubungan Cilacap secara rutin mengingatkan pengusaha transpoter untuk mematuhi aturan, tetapi kenyataannya banyak yang membandel. Menyikapi hal ini, Dinas Perhubungan dan pihak transporter serta perwakilan masyarakat menggelar audensi. Acara berlangsung di kantor Kelurahan Karangtalun pada Senin pagi tadi.

Kepala Dishub Cilacap – Tulus Wibowo menegaskan, salah satu cara mengatasi dampak lingkungan dari aktifitas angkutan batu bara adalah dengan rencana mengalihkan jalur pengiriman menggunakan kereta api. Rencananya pengalihan jalur ini diwujudkan pada tahun 2020 mendatang. Meskipun sudah mendapatkan lampu hijau dari PT KAI, terlebih dahulu harus menuggu pengkajian secara rinci dengan lintas sektoral.

“Target pak Bupati tahun 2020 harus sudah oprasional, karena kan tinggal mbedah jalur rel yang sudah tersedia di Gumilir atau Menganti,” ungkapnya.

Tulus Wibowo menyakini, pengiriman batu bara dengan menggunakan transportasi kereta api mampu mengurangi polusi lingkungan serta menekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas akibat ceceran material batu bara. (Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *