Awal Tahun 2019, Kasus Demam Berdarah Meningkat

Kasus demam berdarah di Kabupaten Cilacap selama 2019 ini diklaim mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Cilacap, pada tahun 2016 hanya terdapat 129 kasus, dan 13 penderita diantaranya meninggal dunia. Kemudian tahun 2017 terdapat 327 kasus dengan 1 orang meninggal dunia, dan selama 2018 ditemukan sebanyak 136 kasus dengan 1 orang meninggal dunia.

Sedangkan tahun 2019 yang belum genap satu bulan berjalan ini sudah ditemukan 70 kasus demam berdarah. Bahkan ada satu keluarga yang semua anggotanya terjangkiti virus DB tersebut.

Hanya saja pada 2019 ini terjadi pergeseran lokasi penyebaran. Jika sebelumnya daerah endemi DB berada di wilayah Cilacap kota, saat ini lebih banyak ditemukan di wilayah pinggiran khususnya Cilacap Timur, seperti Adipala, Kroya dan Binangun.

Kasi P2 Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Cilacap – Kuswantoro mengatakan, fenomena peningkatan dan bergesernya lokasi penyebaran kasus demam berdarah disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan yang masih kurang. Indikasinya dari hasil temuan kunjungan tim Dinkes Cilacap di wilayah timur yang menemukan banyaknya rumah kurang sehat di wilayah Cilacap Timur. Seperti ditemukan barang bekas berserakan disekitar pemukiman yang dinilai bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegepthy.

Lebih lanjut, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit demam berdarah, Dinkes telah melakukan sejumlah penanganan. Mulai dari sosialisasi kesehatan, pengecekan lingkungan sampai mengerahkan tim foging untuk menyisir setiap tempat yang dinilai berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Kalau dari rekap data ditahun sebelumnya justru didominasi Cilacap Kota. Khususnya Cilacap Tengah yang memiliki jumlah kasus tertinggi, tapi uniknya diawal tahun 2019 justru wilayah pedesaan yang mengalami peningkatan kasus demam berdarah. Yaitu sekitar 70 kasus dan diantaranya terdapat satu keluarga positif terkena demam berdarah,” ungkapnya.

Kuswantoro berharap, meskipun kasus demam berdarah saat ini dinilai belum berstatus darurat, namun masyarakat diminta tetap waspada dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *