Gempa Bumi Megathrust Dapat Terjadi Kapan Saja

Gempa megathrust merupakan gempa yang berasal dari zona megathrust, yaitu zona tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Sehingga dapat menimbulkan daya guncang yang sangat besar. Namun sayangnya semua jenis gempa bumi sampai saat ini tidak dapat diprediksi dari waktu pergeserannya hingga menyebabkan gempa.

Zona yang berpotensi memunculkan gempa megathrust di Jawa berada di tiga lokasi, yaitu wilayah perairan Selat Sunda, wilayah selatan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah serta segmen Jawa Timur-Bali. Tiga lokasi tersebut, diklaim mengalami kekosongan gempa atau seismic gap. Sehingga zona kosong gempa tersebut menyimpan potensi gempa besar lantaran energi dari gesekan dua lempeng masih tersimpan. Bahkan Magnitudonya bisa mencapai 8,6-9 skala richter dan menyebabkan tsunami, dengan proses penujaman lempeng masih terjadi dengan laju 60-70 milimeter per tahun.

Kepada Bercahaya FM, Kepala Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyo Aji Prayudi menjelaskan, gempa megathrust dapat terjadi disemua wilayah sepanjang zona lempeng meghatrust. Sementara dalam kesiapanya BMKG bersama pemerintah telah memasang sebanyak 170 digital seismograf yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Untuk wilayah Jateng direncanakan akan dilakukan penambahan alat sensor gempa sebanyak 9 unit. Sementara Kabupaten Cilacap yang menyandang zona rawan kebencanaan tertinggi di Jateng sampai saat ini baru memiliki 2 alat sirine pendeteksi gempa bumi,” ungkapnya.

Setyo menghimbau kepada masyarakat tidak resah dengan sejumlah informasi kegempaan, dan khususnya bagi masyarakat pesisir pantai diharapkan kedepanya memahami evakuasi mandiri jika terjadi gempa bumi dengan rentan waktu cukup lama. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *