Ditegaskan, Stadion Bukan Tempat Kampanye

Memasuki hari ke 12 masa kampanye terbuka atau rapat umum Pemilu 2019, Bawaslu Kabupaten Cilacap telah menetapkan 26 tempat sebagai sarana kampanye tersebut. Diantaranya untuk wilayah kota terdapat 2 lapangan, yakni salah satunya Lapangan Krida Nusantara dan lainya di wilayah Cilacap Selatan. Sementara untuk Stadion Wijayakusuma ditegaskan bukan sebagai tempat berkampanye.

Usai rapat koordinasi pengawasan di Hotel at-Home Kamis pagi, kepada sejumlah media, Ketua Bawaslu Cilacap – Bachtiar Hastiarto mengatakan, dalam masa kampanye terbuka, terdapat larangan penggunaan sarana atau fasilitas negara, seperti kendaraan dinas maupun gedung aset pemerintah.

Menurutnya, sejak Januari lalu, terdapat dua temuan pelanggaran dalam pemilu 2019, yakni penggunaan fasilitas pemerintah dan ketidak netralan dari oknum Kepala Desa di Cilacap. Terkait pelanggaran ini, keduanya bakal dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Kabupaten Cilacap disediakan ada 26 tempat untuk rapat umum yakni di wilayah kota, di lapangan Krida Nusantara dan lapangan lainya di Cilacap selatan, kalo stadion Wijayakusuma setahu saya tidak termasuk. Sedangkan untuk pelaporan kasus sampai saat ini ada dua temuan dari panwascam, ancamanya kalau untuk kepala desa maupun aparatur negara bisa sampai 3 tahun penjara dan denda sebesar 36 juta rupiah,” ungkapnya.

Sementara menurut Ketua DPP Laskar Nusakambangan – Sutikno, Laskar Nusakambangan secara penuh mendukung jalannya Pemilu 2019. Sedangkan mengenai politisasi yang kerap menggrayangi suporter sepak bola, pihaknya berharap hal tersebut tidak membuat perpecahan dikalangan pecinta bola, khususnya Lanus Mania.

“Laskar Nusakambangan itu ada dimana mana bukan kemana mana,”tegasnya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *