Lagi Truk Batu Bara Dituding Salahi Aturan

Ceceran batu bara disejumlah titik ruas Jalan Pemintalan dituding menjadi penyebab utama terjadinya polusi udara kawasan ini. Bahkan akibat polusi tersebut, salah satu warga di Kelurahan Tambakreja Cilacap Selatan meninggal dunia dan diduga lantaran mengidap penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA. Selain itu aktifitas truk batu bara tersebut juga dinilai telah menyalahi aturan. Yakni keluar dari jalur yang telah ditentukan Dinas Perhubungan Cilacap. Demikian disampaikan perwakilan warga Tambakreja – Muhamad Jufri usai rapat koordinasi angkutan batu bara di kantor Dishub Cilacap, Jumat pagi.

“Aktivitas truk batu bara yang dianggap meresahkan, pada hari Rabu lalu sempat mendapatkan protes keras dari puluhan warga dengan disertai aksi damai memblokir jalan menggunakan berbagai peralatan. Salah satunya dengan puluhan kayu bambu yang dipasangkan ditengah jalan,”jelasnya.

Sebelumnya aksi serupa sempat dilakukan sejumlah warga di Lomanis dan Karangtalun. Mereka menghadang sejumlah truk pengangkut batu bara karena material yang dibawanya tercecer dan sempat menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas yang dialami belasan orang.

Sementara terkait dengan protes warga di Kelurahan Tambakreja, Kepala Dinas Perhubungan Cilacap – Tulus Wibowo mengatakan, adanya rencana untuk pengalihan jalur pengangkutan batu bara menuju PLTU Cilacap. Rencana ini mendasari hasil rapat koordinasi antara warga dan perwakilan dari perusahaan maupun pihak terkait. Pengiriman batu bara dari Pelabuhan Tanjung Intan menuju PLTU Cilacap kedepanya bakal dialihkan menggunakan jalur Provinsi dan Nasional. Sebab kapasitas sekitar Jalan Pemintalan sebagai jalan Kabupaten katanya bukan peruntukan menopang beban truk batu bara.

Selain itu dari beberapa perusahan, seperti PT Tunas Mulya, CPM, Nitiyasa Mulya Pratama, dan SKCL, dituntut dapat membersihkan ceceran batu bara sesuai zonasi tanggung jawabnya.

“Setelah pertemuan ini nantinya ada penertiban baik dari tonase maupun trayek truk pengangkut batu bara yang bakal dialihkan kembali dijalan yang sudah semestinya,”tegasnya.

Sementara untuk jumlah tonase truk batubara yang berlebih, Dishub Cilacap secara tegas akan menindaklanjuti temuan itu kepada pemilik perusahaan dan bakal diteruskan sebagai laporan ke tingkat Provinsi. Terlebih di wilayah lain, hal serupa dinilai sudah mendapatkan sanksi pidana berupa kurungan penjara.

“Kalau di Sumatra hal seperti ini bahkan sudah ada sanksi yang serius yaitu hukuman penjara,” ungkapnya.

Tulus Wibowo berharap, masyarakat terdampak aktifitas operasional truk batubara maupun pihak perusahaan dapat menyikapi persoalan ini dengan bijak. Khususnya pengusaha agar menjalankan keputusan bersama hasil rapat koordinasi tersebut dengan penuh tanggung jawab. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *