Maknai Toleransi, Bersama dalam Bakti Sosial 2019

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 Hijriah, Gusdurian Majenang dan Sekolah Seni Lesbumi Majenang, Bekerja sama dengan Rotary Club Cilacap Wijaya Kusuma, dan Paroki Santa Theresia Majenang gelar pengobatan gratis dan Khitan Massal, Minggu lalu di Kecamatan Majenang.  Program Bakti Sosial yang dilaksanakan dalam rangka “Bakti diri Cinta Nabi SAW, Maknai, Renungi, dan Peduli, dalam Wujudkan Toleransi tersebut, berikut laporannya.

Sedikitnya 219 orang terdaftar dan menjalani pemeriksaan serta pengobatan kesehatan gratis yang digelar Gusdurian Majenang dan Sekolah Seni Lesbumi Majenang, Bekerja sama dengan Rotary Club Cilacap Wijaya Kusuma, dan Paroki Santa Theresia Majenang. Dalam Bhakti sosial yang berlangsung Minggu lalu tersebut, dilakukan pemeriksaan kesehatan meliputi cek gula darah, cek kolestrol, dan cek asam urat, disambut antusias warga masyarakat. Ketua pelaksana Bakti Sosial 2019, Nico W. Widyatmoko, mengungkapkan diadakannya pengobatan gratis tersebut menjadi program bersama di bidang kesehatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang terdapat di wilayah Majenang Raya yaitu Kecamatan Karang Pucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Cipari dan Kecamatan Dayehluhur. Dijelaskan, selain pemeriksaan dan pengobatan gratis, Panitia Bersama Baksos 2019 ini juga menyelenggarakan khitanan massal yang diikuti 52 anak , dengan diiringi musik religi dan tarian sufi dari Santri Sekolah Seni Lesbumi.

Sementara itu Penanggung Jawab Kegiatan Bakti Sosial 2019, Romo Bonifasius Abbas Pr, menyampaikan pengobatan gratis dan khitan massal ini menjadi program bersama, dalam rangka peduli kemanusiaan, karena masih banyak ditemukannya warga masyarakat, terutama orang tua yang belum mampu untuk melakukan pemeriksaan penyakitnya ke dokter. “Kegiatan ini sebagai tanda bakti diri kita Cinta pada orang tua, pada rasul, pada guru sehingga perlu dimaknai bersama-sama, Renungi, Peduli, Wujudkan Toleransi,” jelasnya

Sementara itu, Camat Majenang Bintang Dwi Cahyono menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut, yang dinilai sangat membantu semua lapisan masyarakat. Karenanya pemerintah Kecamatan Majenang mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan program Bhakti Sosial ini, baik melalui pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis maupun khitanan massal.

Hal senada dikemukakan Pembina Gusdurian Majenang, KH Agus Salim, yang dalam tausiyahnya mengatakan khitanan dikenal sebagai proses adat pembersihan diri sebelum beranjak dewasa. Masyarakat terdahulu menjaga budaya dan menganggap proses khitanan ini, salah satu menjalankan ibadah. Tujuan khitan (sunat), selain mengikuti sunnah Rasulullah dan Nabi Ibrahim, juga karena menjaga kebersihan dan menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat. (4ng2id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *