Pewarna Tekstil dan Formalin Masih ditemukan di Pasar Sidadadi Cilacap

3 dari 16 sampel Barang Kebutuhan Masyarakat yang dijual di pasar Sidadadi Cilacap dinyatakan tidak aman konsumsi, setelah dilakuklan uji laboratoruim unit mobil Loka Pengawasan Obat dan Makanan-POM Banyumas Selasa pagi di pasar tradisional tersebut. Pasalnya 3 sampel produk olahan tersebut, terbukti 2 produk kerupuk mengandung Zat Pewarna tekstil Rodhamil B dan 1 produk berupa ikan teri mengandung formalin.

Serangkaian kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat oleh Bupati bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah-TPID Kabupaten Cilacap di, pasar Sidadadi Cilacap, Loka Pengawasan Obat dan Makanan-POM Banyumas juga menggelar analisis uji laboratorium terhadap bahan makanan yamng diduga menggunakan campuran bahan kimia berbahaya, dengan menurunkan 1 unit mobil di pasar tersebut. Karena, berdasarkan hasiisnalis0is uji laboratorium yang dilakukan sebelumnya pada sejumlah pasar di wilayah eks karesidenan Banyumas, masih ditemukan adanya bahan makanan yang mengandung campuran Zat Pewarna Tekstil Rodhamil B, Formalin dan Borak. Tidak terkecuali hasil analis uji laboratorium di pasar Sidadadi Cilacap. Dari 16 sampel bahan makanan yang dilakukan analisis uji laboratorium pada unit mobil Loka Pengawasan Obat dan Makanan-POM Banyumas di lokasi pasar Sidadadi Cilacap, ternyata ditemukan 3 sampel bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi. Analis Uji Laboratorium Loka Pengawasan Obat dan Makanan-POM Banyumas Eka Wahyuni keopada Bercahaya FM Cilacap menjelaskan, adanya rodhamil B pada bahan manakan akan terlihat dari warna pink yang mengapung pada tabung reaksi. Sedangkan untuyk kandungan formalin akan terlihat dari perubahan warna menjadi ungu pada tabung reaksinya.

Eka Wahyuni mengakui, dirinya bersama Loka Pengawasan Obat dan Makakan-POM Banyumas secara berkala terus melakukan analisis uji laboratorium ke sejumlah pasar tradisional di wilayah eks Karesidenan Banyumas, dengan menurunkan unit mobil laboratorium di lapangan. Diakui, dari beberapa kali dilakukan analisis uji laboratorium dalam tahun 2019 ini, penggunaan bahan kamia berbahaya masih saja ditemukan pada bahan makanan yang dijual di pasar-pasar tradisional. ” Kalau Trennya sih saya lihat masih sama dibanding analisis uji laboratorium bulan-bulan sebelumnya, ” jelasnya

Masih beredarnya bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya di pasaran, menurut Eka Wahyuni, bahan makanan tersebut masih diminati pembeli karena harganya yang jauh lebih murah. Ikan teri kering yang ditemukan mengandumng formalin di pasar Sidadadi misalnya, yang mengandung formalin dijual dengan harga 70 ribu sampai 80 ribu rupiah perkilogram, sedangkan ikan teri kering yang bebas formalin dijual derngan harga 180 ribu rupiah perkilogram.[4ng2id]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *