Minim Komunikasi peyebab Anak Kecanduan Game Online atau Gadget

Kasus kecanduan game online maupun dampak negatif lainnya dari penggunaan android maupun gadget pada anak-anak millenial, bukan menjadi kesalahan anak semata, melainklan akibat kurangnya komunikasi antara orang tua dengan anak.

Mendidik anak di era millenial dirasakan lebih sulit dibandimg pola asuh yang ditterapkan orang tua di jaman lalu. Pasalnya, anak-anak millenial tumbuh dengan kecanggihan teknologi yang memudahkan akses informasi kapanpun dan dimanapaun dengan hanya berbekal android atau gadjed. Kondisi ini menuntut peran orang tua untyuk membentengi anak dari pengaruh negatif teknologi informaai dan komunikasi berbaziz internet ini, meski dari banyak sisi juga ditermukan manfaat bagi penggunanya. Ustadz Muhammad Fauzil Adhim, dalam materi seminar Millenial Mendidik Abnak pada era Digital yang digelar Algaza Edukasi di gedung pertemuan Al Azhar Cilacap menyatakan, android atau gadjed awalnya adalah sarana teknologi informasi dan komunikasai, namun belakangan beredar beragam konten, gambar, video, game dan banyalk apilikasi lainnya yangh dinilai kurang baik bagi anak. Menurut Muhammad Fauzil Adhim, muncul kasus kecanduan game online yang banbyak diberitakan media masa, sesungguhnya bukan salah teknologinya, melainkan akibat kurangnya komunikasi orang tua dengan anak. ” Jangan salahkan anak, bukan npula teknologinya, tapi komumnikasi orang tua dan anak yang harus diperbaiki,’ jelasnya.

Menurut Muhammad Fauzil Adhim, ada 2 cara yang harus dulakukan orang tua dalam mendiudik anak agar terbebas dari pengaruh buruk media maupun game online, yaitu Ngemong dan gemati. Dengan negmong dan gemati berarti orang tua sungguh-sunggguh mengembangkan pola asah, asih dan asih sesuai dengan keinginan anak.

Solusi dari permasalahan tersebut menurut Muhammad Fauzil Adhim, orang tua harus banyak meluangkan waktu bersama anak, berdiskusi melalui komunikasi yang efektif bersama anak. Seminar Millenial Mendidik Anak di era digital yang diikuti sedikitnya 100 orang peserta ini, umumnya dihadiri oleh pasangan keluarga muda, maupun proa dan wanita dewasa yang masih singgel.// Pada umumnya, mereka tertarik, karena topik yang dibahas menyangkut kehidupan anak dan generasi muda di era digital yang tetap harus direspon secara positif, sekaligus mengantisipasi dampak negatifnya.[4ng2id]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *