Usia Produktif Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

Berdasarkan Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba – IkotAN hasil penelitian yang dilakukan BNN dengan Pusat Studi Politik dan Keamanan – PPSK Universitas Padjajaran dengan variable penelitian ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan, hukum dan ketahanan Keluarga, Kabupaten Cilacap termasuk dalam kategori Cukup Tanggap dengan skor 46,33 dari 5 kategori ketanggapan. Kendati demikian selama tahun 2019 BNNK masih dihadapkan sejumlah tantangan dalam hal pemberantasan narkoba. Salah satunya maraknya peredaran obat – obatan terlarang yang semakin memperihatinkan dengan menyasar sejumlah usia produktif sebagai korbannya. Demikian diungkapkan Kepala BNNK Cilacap – AKBP Triatmo Hamardiono pada press release akhir tahun 2019, yang digelar di kantor BNNK Cilacap, Senin (30/12/19).

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan sejauh ini terdapat puluhan orang yang sudah tertangani melalui program rehabilitasi. Disayangkan, kebanyakan dari mereka merupakan usia produktif. Bahkan katanya terdapat salah satu pasien yang berusia sekitar 12 tahun.

“Untuk jenis obat – obatan yang kerap disalahgunakan dikalangan usia produktif antaralain, destro, komix, tramadol, riklona, aprazolam, merlopan dan lainnya,”jelas AKBP Triatmo Hamardiono.

Digambarkan, pasien yang sudah tertangani katanya bakal terus mendapatkan pemantauan dan berbagai jenis pelayanan pengobatan rawat jalan di klinik SEHATI milik BNNK Cilacap.

Yang ditangani atau rehabilitasi selain di Klinik SEHATI ada 18 orang diantaranya 5 di Tambihul Ghofilin dan 13 klinik Karlina Sidareja. Jadi semuanya berjumlah 34 orang yang dibiayai oleh BNNK Cilacap,” imbuhnya.

Sementara itu untuk upaya pencegahan maupun pemberantasan narkoba, katanya dilakukan dengan menggenjot beberapa program pengembangan wawasan anti narkoba atau BANGWAWAN. Yakni sebuah program yang bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan, pemerintahan maupun lembaga rehabilitasi miliki komponen masyarakat.

Selain itu BNNK Cilacap Goes To School juga digencarkan bersamaan dengan berbagai program lainya seperti desa Bersih dari narkoba atau Bersinar yang bekerjasama dengan Polres Cilacap dan Kesbangpol.

AKBP Triatmo Hamardiono menambahkan, BNNK juga telah melakukan sejumlah kegiatan desiminasi informasi menggunakan anggaran DIPA sebanyak 24 kali dan Non DIPA 36 kali. Jumlah masyarakat yang terlibat katanya sudah memenuhi target. Yakni 10,26 persen dari total penduduk Cilacap dari target 7 persen. Sementara itu BNNK Cilacap kedepanya juga bakal terus menggenjot sejumlah program kerjanya dalam membrantas narkoba. Salah satunya pengembangan pengawasan rehabilitasi narkoba dari program yang telah lama terbentuk yakni Desa Bersinar.

“Harapanya kasus penyalahgunaan maupun peredaran narkoba dapat semakin menurun ditahun mendatang,” pungkasnya. (Grh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *