Pembangunan Hotel Berstandar Internasional di Cilacap Terkendala Perizinan

Pertumbuhan investasi di Cilacap kian menggeliat. Indikatornya adalah sejumlah perusahaan telah menandatangani Letter of Intent atau LOI untuk berinvestasi di Cilacap pada 2020, dengan total nilai investasi mencapai 17,7 triliun rupiah lebih.

Nilai investasi tersebut mayoritas berasal dari penanaman modal oleh perusahan yang bergerak di bidang pengolahan logam. Yakni PT Cilacap Indofero Perkasa dengan nilai 17 triliun rupiah.

Selain itu, melejitnya nilai investasi di Kabupaten Cilacap pada tahun 2020 diketahui lantaran adanya trend positif dalam bidang perhotelan. Yakni dengan nilai investasi sekitar 60 Miliar rupiah.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu – DPMPTSP Cilacap, setidaknya terdapat dua hotel yang bakal dibangun di wilayah perkotaan. Bahkan salah satu hotel yang akan dibangun merupakan hotel berstandar internasional.

Kabid Promosi dan Penanaman Modal pada DPMPTSP Cilacap – Agung Wibowo mengatakan, hotel berstandar internasional tersebut, bernama Yello Hotel dan direncanakan akan dibangun di sekitar jalan Ahmad Yani.

Dijelaskan, proses pembangun hotel yang diketahui bakal memiliki ketinggian sekitar 9 lantai, katanya sudah memasuki tahap awal pengerjaan.  Kendati demikian  sejauh ini realisasinya dinilai masih menemui sejumlah kendala. Khususnya dalam hal perizinan andalalin, lantaran lokasi hotel tersebut diketahui berada di kawasan Jalan Nasional. Olehkarenanya pihak pengembang diminta untuk terlebih dahulu menyelesaikan perizinan tersebut dengan pihak pusat dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia.

Agung mengatakan, selain Yello hotel, sejumlah pembangunan di Cilacap katanya masih ada yang terkendala perizinan. Seperti Hotel Aldo yang juga dinilai masih harus menyelesaikan berbagai surat kelengkapan, berupa perbaikan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB.

“Kalo Yello Hotel itu karena di jalan Nasional jadi perizinan andalalin harus ke pusat bukan di Cilacap. Sedangkan hotel Aldo sementara masih harus melakukan perbaikan IMB , hal tersebut sesuai dengan hasil pengecekan dan sejumlah tahapan yang dilakukan oleh tim pengendalian,” ungkap Agung.

Agung berharap, menggeliatnya investasi khususnya dalam bidang perhotelan, nantinya mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Cilacap. Selain itu yang tidak kalah penting adalah  dengan terciptanya Cilacap pro investasi dan perdagangan, masyarakat lokal diharapkan kedepannya mampu menerima manfaatnya. (Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *