BMKG : Fenomena Puting Beliung, Masih Berpotensi Terjadi Di Wilayah Cilacap


CILACAP – Dalam beberapa hari terakhir, diketahui kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Cilacap tidak bersahabat. Seperti halnya suhu udara yang seringkali berubah, dari panas terik yang terjadi di pagi hingga siang hari kemudian mendadak turun disore harinya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi dapat menimbulkan beberapa fenomena cuaca ekstrem lainnya. Seperti tumbuhnya awan cumulunimbus, hujan disertai petir dan angin kencang atau puting beliung. Sehingga Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menghimbau masyarakat Cilacap untuk tetap waspada.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap – Rendi Krisnawan  mengatakan, berdasarkan hasil pantauan foto satelit cuaca pada Jumat (14/02) kemarin, diketahui pembentukan awan cumulunimbus terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Cilacap.

Mulai dari Cilacap bagian Tengah  hingga Utara seperti Kecamatan Jeruk Legi, kemudian daerah Kroya dan sekitarnya untuk Cilacap bagian timur. Tidak terkecuali sebagian besar wilayah Cilacap Barat yang memiliki letak georgrafis dataran tinggi atau pegunungan yang dinilai memiliki potensi paling tinggi untuk terdampak cuaca ekstrem berupa angin kencang.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, yang diketahui sudah terkena dampak dari amukan angin puting beliung.

“Memang dari pantauan foto satelit, ada kumpulan awan cumulunimbus diatas wilayah Kecamatan Patimuan, khsususnya desa cimrutu,” kata Rendy.

Rendi mengungkapkan, kondisi potensi terjadinya angin puting beliung sebenarnya dapat diamati oleh masyarakat. Mulai dari adanya peningkatan suhu udara di pagi hingga siang hari kemudian berlanjut pada keesokan harinya, dan kondisi atmosfer berubah menjadi lembab pada siang hingga sore harinya. Sehingga berpotensi terjadinya pertumbuhan awan – awan yang mengakibatkan hujan lebat kadang disertai petir dan angin kencang. Sementara untuk fenomena lainnya yang dapat diamati adalah adanya pertumbuhan awan cumulus dan kemunculan awan hitam bernama cumulunimbus.

“Untuk Fenomena Puting Beliung ini diperkirakan masih berpotensi terjadi di Cilacap hingga April 2020 mendatang,” jelasnya.

Rendy menambahkan, kendati wilayah pesisir tidak berpotensi terjadi puting beliung, namun pihaknya menghimbau masyarakat Cilacap yang memiliki aktifitas maritim, khususnya nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk tetap mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi. Yakni dengan ketinggian mencapai 4 meter.

(guruh)











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *