Tingkatkan Kualitas, Puluhan Guru Dilatih Tanoto Foundation

Sebagai upaya mendukung program Merdeka Belajar yang didengungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkab Cilacap  terus menggenjot kualitas guru di wilayahnya. Salah satunya dengan menindaklanjuti Mou antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Kemenag dengan pihak Tanoto Foundation. Yakni dalam bentuk sejumlah pelatihan dari Tanoto Foundation secara berkelanjutan.

Seperti halnya Pelatihan Praktik Baik Modul 1 mengenai pembelajaran  dan budaya baca yang dilaksanakan di Hotel  Sindoro, Selasa (18/02/20).

Teacher School Training Specialist “PINTAR” Tanoto Foundation Jawa Tengah – Saiful Huda Shodiq mengatakan, pelatihan tahap awal kali ini diikuti sebanyak 70 guru yang berasal dari sekolah dasar (SD), madrasah Ibtidaiyah (MI), sekolah menengah pertama (SMP), madrasah tsanawiyah (MTs) dari wilayah Kecamatan Kesugihan dan Jeruklegi.

Dijelaskan, pelatihan praktik baik modul 1 ini, memiliki desain yang dinilai mampu merefresh meteodologi dasar dari para tenaga pendidik atau guru.  Yakni dengan 75 persennya difokuskan untuk mendampingi guru dalam mempraktekannya kepada anak didiknya dikelas.

“Jadi yang krusial itu bukan hanya pada pelatihan ini, tapi sebenarnya adalah  ketika mereka menyusun rencana tindaklanjut  lalu didampingi fasilitator dari kami dikelas untuk menerapkan itu,” ungkapnya.

Saiful menambahkan, dari sejumlah pelatihan tersebut,  Tanoto Foundation  berkomitmen untuk terus berupaya menjadikan kualitas guru di Cilacap semakin meningkat.  Khususnya dalam hal proses belajar dan mengajar, sesuai dengan program otonomi sekolah yang dilaksanakan pemerintah saat ini.

“Goalnya adalah merefresh pengetahuan, kemampuan, dan melatih skill guru sesuai dengan standar kurikulum nasional kita. Kemudian mendampingi mereka dalam menyusun rencana tindak lanjut untuk mendorong terjadinya perubahan disekolah mereka,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap H. Imam Tobroni, S.Ag, MM mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan ini dinilai cukup baik untuk pembangunan maupun peningkatan kualitas pendidikan di Cilacap. Terlebih untuk menghadapi revolusi industri 4.0 , yang katanya menuntut setiap daerah mampu menghasilkan generasi hebat.

Sehingga ia menilai dunia pendidikan sudah sewajarnya menerapkan pembelajaran abad 21, khususnya untuk mengimbangi munculnya karakteristik siswa saat ini yang cenderung aktif dan kreatif.

“Tantangan internal terkait 8 Standar Nasional Pendidikan. Sedang tantangan eksternal terkait budaya global. Kepala sekolah dan guru yang ada di dunia pendidikan mau tidak mau menjadi penggerak dalam konteks transformasi sosial dan perubahan masyarakat. Siswa yang saat ini aktif dan kreatif perlu dibekali keterampilan abad 21 untuk menghadapi revolusi 4.0. Guru sebagai agen perubahan karena kemajuan teknologi itu tidak lagi memposisikan guru sebagai yang paling pintar, tetapi menjadi fasilitator yang baik bagi siswa untuk kehidupannya nanti,” katanya.

Imam menambahkan, keterampilan tersebut perlu disiapkan oleh sekolah dan madrasah agar peserta didik siap menghadapi masa depan. Baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Yang dapat diartikan bahwa pendidikanlah yang menjadi penggerak bagi siswa untuk menghadapi tantangan abad tersebut.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *