Hadapi Pandemi Corona, Pemkab Cilacap Tunda Seluruh Rangkaian HUT Cilacap ke 164 dan Liburkan Sekolah

Cegah Corona, Pemkab Cilacap Segera Bentuk Gugus Tugas

CILACAP – Pasca penyebaran virus Corona atau Covid19 ditetapkan sebagai pandemi global dan darurat nasional, sejumlah pihak terus melakukan upaya pencegahan terhadap penyebarannya. Termasuk Pemkab Cilacap yang bergerak cepat untuk segera membentuk gugus tugas penanganan Covid19 dilingkup wilayah kerjanya.

Gugus tugas tersebut nantinya akan bertugas melayani aduan masyarakat dan memberikan informasi faktual dan aktual. Khususnya terkait pencegahan dan penanganan Covid19 di Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut terungkap pada Rakor pencegahan Covid19 di Kabupaten Cilacap. Acara berlangsung di ruang Jalabumi Setda Cilacap, Minggu (15/03).

Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya mengatakan, selain pembentukan gugus tugas, nantinya Pemkab Cilacap melalui Dinas Kesehatan akan menggencarkan sejumlah program edukasi hidup sehat dengan membiasakan cuci tangan dengan baik dan benar.

Diantaranya memajang poster tata cara mencuci tangan yang baik dan benar, menyediakan sarpras sanitasi berupa hand sanitizer baik ditempat umum maupun perkantoran.

Selanjutnya berdasarkan surat edaran dari Gubernur Jateng terkait kondisi penyebaran Covid19, Bupati Cilacap menginstruksikan kepada Dinas P dan K Cilacap untuk segera membuat surat edaran terkait seluruh aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dijenjang PAUD hingga SMA untuk ditiadakan. Namun demikian hal tersebut tidak berlaku bagi peserta didik yang sedang menjalani Ujian.

Terhitung mulai hari Senin 16 Maret 2020, kegiatan KBM disekolah untuk jenjang TK hingga SMA akan diberhentikan selama 14 hari,“jelas Bupati.

Terkait seluruh serangkaian Hari Jadi Kabupaten Cilacap ke 164, Bupati menegaskan, kegiatan itu bakal dibatalkan dan ditunda. Termasuk kegiatan yang bersifat mengundang kerumunan juga sementara waktu untuk dapat dihentikan. Seperti Car Free Day (CFD), Kampung KB, dan hiburan lainya.

Untuk ASN tetap masuk kerja hanya saja tidak ada apel pagi. Tapi langsung fingerprint. Dan saya mau alat tersebut harus selalu dibersihkan,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga meminta seluruh jajarannya untuk proaktif mendukung penuh pencegahan penyebaran Covid19. Diantaranya tidak meludah sembarangan, melakukan jabat tangan, cipika cipiki dan selalu rutin menerapkan hidup sehat.

Saya juga himbau kepada semua jajaran OPD dilingkup Pemkab Cilacap untuk dapat membatasi kegiatan rapat maupun kegiatan berpergian yang tidak penting. Saya juga mau semua pihak untuk saat ini, kebiasaan jabat tangan dan cipika cipiki tidak dilakukan. Agar dapat meminimalisir potensi penyebaran virus Covid19,” kata Bupati.

Sementara itu Sekda Cilacap, Farid Maruf mengatakan, seluruh camat di Cilacap diwajibkan untuk tetap berada di rumah dinas masing – masing. Yakni mulai Senin besok dan dalam jangka waktu 14 hari kedepan.

Selain itu Sekda juga meminta kepada seluruh pengurus rumah ibadah untuk meminimalisir penggunaan karpet maupun sajadah sebagai alas. Kemudian lantai rumah ibadah maupun sejumlah titik di kantor pelayanan untuk melakukan upaya pencegahan dengan menyemprotkan cairan desinfektan.

Seluruh Camat wajib untuk berada di rumah dinasnya. Dan untuk masjid harus diminimalisir penggunaan karpet atau sajadah, lalu lantainya harus sering disemprot desinfektan,” kata Sekda.

Farid menambahkan, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan selalu waspada dalam menyikapi kondisi Covid19 di Indonesia saat ini.

Untuk diketahui dalam kegiatan rakor penanggulangan dan pencegahan Covid19 di Jalabumi, turut dihadiri Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman, Sekda Cilacap, Farid Maruf, Asisten, jajaran Kepala OPD, Dirut RSUD Cilacap dan Majenang, seluruh Kepala Puskesmas, dan undangan.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *