Penyebaran Covid-19 Klaster Lembang, Masih Jadi Momok Di Kabupaten Cilacap

CILACAP – Penyebaran Covid-19 dari Klaster Lembang masih menjadi momok tersendiri untuk Kabupaten Cilacap. Pasalnya sampai saat ini penyebarannya sudah menjadi transmisi lokal, khususnya disejumlah wilayah Kabupaten Cilacap. Selain itu, salah satu indikator lainnya adalah dengan masih adanya penambahan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19  yang diketahui masuk dalam klaster Lembang.

Dikonfirmasi Bercahaya FM, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupten Cilacap – dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, dua pasien terkonfirmasi Covid-19 per Jumat 08 Mei 2020, terbaru kali ini diantaranya merupakan laki-laki berusia 41 tahun asal Adiraja, Kecamatan Adipala. Dari sejumlah pendataan, pasien tersebut diketahui memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19 yang masuk dalam klaster Lembang, Bandung.

Sedangkan pasien lainya, merupakan seorang laki – laki berusia 39 tahun asal Kertajaya, Kecamatan Gandrungmangu. Pasien ini merupakan salah satu peserta dari itijma ulama Gowa, Sulawesi Selatan.

Untuk pasien yang tekonfirm positif Covid-19 asal Adipala ini memang memiliki kontak dengan pasien positif dari klaster Lembang”, jelas dr Pramesti.

Kendati kondisi kedua pasien ini dinyatakan sehat, ditegaskan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Pemkab Cilacap tetap menerapkan prosedur isolasi terhadap pasien tersebut di salah satu Rumah Sakit rujukan di Cilacap. Selain itu karantina mandiri maupun lokal juga akan dilakukan dibeberapa lingkungan yang dinilai terpapar atau menjadi domisili dari pasien yang telah terkonfirmasi Covid-19.

Upaya yang dilakukan untuk pasien positif sudah pasti di isolasi di rumah sakit, kemudian untuk area terpapar Covid-19 akan segera dikarantina lokal agar tidak terjadi persebaran,” ungkap dr Pramesti.

Kekuatan klaster Lembang, lanjut dr Pramesti, diakui penyebarannya cukup luas di Cilacap dan terdapat berbagai tantangan dalam menanganinya dilapangan. Salah satunya, masih diperlukan adanya peningkatan kedisiplinan khususnya kesehatan dikalangan masyarakat. 

Sementara terkait klaster Itijma Gowa, Sulawesi Selatan, sampai saat ini penyebarannya dikatakan masih belum terlihat grafik peningkatan yang cukup signifikan. Namun demikian, pihaknya memastikan tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Cilacap, akan terus melakukan pemantauan dan kontak tresing dari setiap pasien tersebut.

“Memang dari klaster Gowa belum terlihat karena masih belum lama diketahui, namun jika klaster Lembang memang sudah terjadi penyebaran yang luas dan terjadi transmisi lokal. Sehingga memang diperlukan upaya yang lebih dalam penanganannya,” kata dr Pramesti.

dr Pramesti menghimbau, masyarakat Cilacap untuk tetap tenang dan tidak panik dalam mengikuti informasi update data Covid-19. Selain itu pihaknya juga meminta  masyarakat tetap waspada dengan persebaran Covid-19 ini. Diantaranya dengan mengikuti anjuran kesehatan dari Pemerintah, seperti tetap di rumah, menjaga jarak, mengenakan masker jika terpaksa ke luar rumah, sering mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, olah raga ringan dan berjemur, cukup istirahat, kelola stress dan banyak berdoa.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *