Ribuan Calhaj Cilacap Terancam Gagal Berangkat

Ribuan calon jemaah haji Kabupaten Cilacap terancam batal berangkat akibat pandemi virus corona yang membuat pemerintah Arab Saudi kembali menghentikan sementara aktifitas kedatangan tamu dari luar negeri, termasuk untuk kepentingan ibadah.

Kepala Kantor Kemenag Cilacap – Imam Tobroni mengatakan, diakuinya Pemerintah Indonesia masih menunggu keputusan Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020. Pasalnya, hingga tenggat waktu yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemnag), yakni 1 Juni 2020, Kerajaan Arab Saudi belum memberi kepastian terkait pelaksanaan ibadah haji 2020.

Terkait jumlah Calon Jemaah Haji di Cilacap, lanjut Imam Tobroni, hingga tanggal 29 Mei kemarin, ada sebanyak seribu satu orang Calhaj yang sudah melunasi administrasi. Termasuk mereka yang masuk dalam kategori cadangan. Sementara dari ribuan Calhaj ini dikatakan mayoritas merupakan dari kalangan petani.

“Kebanyakan 60 – 70 persen Calhaj dari Cilacap didominasi oleh petani. Namun demikian kita masih terus merekapnya,” katanya.

Imam Tobroni berharap, kondisi saat ini dapat dipahami oleh seluruh calhaj Cilacap. Yakni dengan lebih bersabar menunggu informasi lebih lanjut dari Surat Edaran atau SE dari Kementrian Agama. Selain itu pihaknya juga meminta kepada seluruh Calhaj Cilacap untuk selalu menjaga kondisi kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah.

“Untuk Kabupaten Cilacap saat ini, memang kita masih harus bersabar dan menunggu surat edaran dari Kementerian Agama terkait Haji Tahun ini,” pungkasnya.

Foto : Doc. Bercahaya FM Keberangkatan Haji tahu 2019

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *