Terendam Banjir, Puluhan Hektar Sawah Puso Dapatkan Klaim Asuransi

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap mengakibatkan sejumlah lahan persawahan milik petani mengalami gagal panen atau Puso. Sejauh ini dari data Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, mencatat ada dua kecamatan di Kabupaten Cilacap yang melaporkan puso akibat kebanjiran.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap – Supriyanto melalui Kasi Pembiayaan dan Investasi – Endah Tri Wahyuni menjelaskan, wilayah terdampak dimaksud adalah Desa Grugu Kecamatan Kawunganten, dengan kerusakan lahan sawah sekitar 50 hektare. Sementara di Kecamatan Kroya ada dua desa yang puso, yakni Desa Bajing dan Sikampuh. Dengan total luasan mencapai 47,75 hektare.

Terkait hal ini, Endah mengungkapkan, untuk wilayah Kawunganten telah terverifikasi oleh Jasindo, namun hanya 15 hektare yang bisa diajukan diklaim asuransinya. Sedangkan untuk wilayah Kroya tersebut diakui masih dalam tahap proses dan pengecekan.

Menurutnya, di tahun ini ada dua kegiatan asuransi, yakni APBD yang preminya dibayar oleh provinsi dan APBN dengan rincian 80 persen subsidi pemerintah dan 20 persen dibayar petani secara mandiri. Premi yang disediakan menurutnya terbilang murah, lantaran mendapatkan subsidi dari pemerintah. Yakni sekitar 36 ribu per hektare, dari semula mencapai 180 ribu.

Sehingga jika diestimasi, lanjut Endah, mencapai 6 juta rupiah per hektare untuk mengganti biaya produksi. Untuk di Desa Grugu, Kecamatan Kawunganten saat ini disebutkan sudah terkover sebesar 90 juta rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi.

“Pelaksana AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) adalah PT. Jasindo (Asuransi Jasa Indonesia) dan untuk di Cilacap pelaksananya melalui PT. Jasindo Cabang Purwokerto. Kalau kemarin yang didesa Grugu ada 15 hektare yang dapat diklaim asuransinya karena memang tidak bisa diselamatkan atau benar – benar puso. Sedangkan untuk yang puluhan hektare di Kroya itu masih dalam tahap pengecekan oleh Jasindo,” jelas Endah.

Dia menambahkan, sejak Januari hingga sekarang, klaim asuransi baru dalam pencairan tahap pertama. Endah berharap, para petani yang belum mengikuti asuransi diharapkan dapat segera mengikuti program tersebut. Dengan maksud untuk membantu pelindungan usaha tani dari puso. Yakni baik terdampak dari kekeringan, banjir, wereng.

“Diharapkan petani yang belum ikut, bisa mengikuti program asuransi tani. Karena memang ini sifatnya untuk membantu petani yang terkena puso dengan biaya pengganti produksi. Sehingga usaha mereka bisa ada kelanjutan lagi. Selain itu hasil klaim nantinya dapat digunakan untuk olah tanah para petani,” pungkasnya.

Foto: Kepala Dinas Pertanian Cilacap – Supriyanto melakukan peninjauan di salah satu pesawahan di Desa Grugu Kecamatan Kawunganten.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *