Pandemi Covid 19, Dinkes Cilacap : Bukan Halangan Untuk Turunkan Angka Stunting

CILACAP – Kendati pandemi Covid-19 masih berlangsung,  Pemkab Cilacap terus berupaya melakukan percepatan pada sejumlah program kerjanya. Diantaranya program penanganan stunting di Cilacap yang dinilai harus tetap dioptimalkan. Pasalnya angka prevalensi Stunting di Cilacap dalam kurun waktu satu tahun terakhir masih cukup tinggi.

Hal ini terungkap dalam Pertemuan Evaluasi, Monitoring Regulasi dan Rembug Stunting Bagi Lintas Program, Lintas Sektor Kabupaten Cilacap, di Hotel Sindoro , Selasa, 23 Juni Tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi M.Kes, M.Si melalui Kabid Kesehatan Masyarakat – Agus Wantoso, S.STP., M.Si. memaparkan, dari data  riil di lapangan berdasarkan hasil  Pemantauan Status Gizi (PSG) Kabupaten Cilacap melalui penimbangan serentak pada bulan September 2019, terdapat   6152 (4,86%) anak stunting (sangat pendek 1114 balita dan pendek 5038 balita).

 Sehingga jika mengacu pada SK Bupati Cilacap, No.444/223/Tahun 2020 tertanggal  9 Januari 2020,  pada tahun 2020, telah ditetapkan 10 desa/kelurahan baru yang menjadi lokus stunting.

Namun 10 desa lokus stunting tahun 2018 – 2019 juga tetap menjadi pantauan dan terus dikuti dengan kegiatan pencegahan dan menurunkan stunting. Hal ini dikarenakan kasus stunting belum tuntas ( masih terdapat kasus stunting).

Upaya pencegahan dan penurunan stunting harus tetap kita laksanakan sesuai dengan protkol kesehatan Covid-19. Mulai dari program penimbangan serentak dan Posyandu yang wajib dilaksanakan,” kata  Agus Wantoso.

Terkait angka stunting Kabupaten Cilacap pada tahun ini, lanjut dia, masih dalam proses penginputan. Hal ini dikarenakan penimbangan serentak yang dijadwalkan semula Februari dan Maret masih belum optimal akibat adanya pandemi Covid-19.

Penimbangan serentak kita jadwalkan Februari dan Maret namun ada pandemi Covid-19. Sehingga terdapat Puskesmas yang masih belum bisa menjalankan program tersebut,” ungkapnya.

 Menyikapi kondisi tersebut, Agus turut mengajak seluruh seluruh pihak untuk kembali memperkuat program pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Cilacap. Hal ini secara simbolis diwujudkan melalui pernyataan bersama Komitmen Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting dan Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tindak Lanjut, oleh seluruh peserta dalam Pertemuan Evaluasi, Monitoring Regulasi dan Rembug Stunting Bagi Lintas Program, Lintas Sektor Kabupaten Cilacap.

Agus menambahkan,

Agus menambahkan, untuk saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap juga telah memiliki sejumlah inovasi di masing-masing OPD dalam program kerjanya menangani Stunting. Seperti CETING DARI MEJA (Dinkes) yakni Cegah Stunting dari Masa Remaja dgn kegiatan sosialisasi ttg ANEMIA, pemeriksaan Hb dan minum tablet tambah darah bersama bagi remaja putri di SLTP/SLTA sederajat, Dispermades dengan inovasi IKAN ASIN kepanjangan dari “Ini Kader Andalan Atasi Stunting” dengan Pelatihan Kader Pembangunan Masyarakat (KPM), kemudian TEMPE KU (Dinkes) Terapkan Perubahan Perilaku, dengan kegiatannya Orientasi Perubahan Perilaku bagi kader, nakes & toma, cetak media promosi.

Dari Dispabun dengan PEPAYA BALI (Penyediaan Pangan yang Berbahan Alami) degan kegiatan Sosialisasi B2 SA (Beragam,Bergizi, Seimbang dan Aman). Dari Dinas P dan K dgn TUMIS PARE (Tumbuh Ideal tanpa Stunting denga Parenting), dari Disperkimta SUSU (Sanitasi Untuk Semua).


Selain itu, sejumlah aplikasi juga sudah disiapkan seperti SIPPeCi (Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Cilacap) yakni aplikasi yang berfungsi untuk perencanaan pembangunan daerah, SIMBAJA (Sistem Informasi Jaringan Jalan dan Jembatan) yang berfungsi untuk mengetahui Informasi tentang jalan dan jembatan,” pungkasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *