Tahun 2025, Proyek RDMP Pertamina RU IV Cilacap Ditargetkan Masuk Tahap Oprasional

CILACAP – Pasca terhenti akibat tidak adanya kesepahaman dengan Saudi Aramco, mega proyek Refinery Development Master Project atau RDMP Pertamina RU IV Cilacap kembali digenjot  dan ditargetkan dapat memasuki tahapan oprasional pada tahun 2025.

Olehkarenanya Presiden Joko Widodo, melaui Menko Polhukam mulai melakukan sejumlah persiapan. Diantaranya dengan  mengevaluasi dan mengoptimalisasi data diapangan secara langsung.

 Hal ini  disampaikan Marsekal Muda TNI – Ahmad Sajili selaku Staf ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, dalam kunjungan kerjannya di Cilacap dalam rangka Optimalisasi Proyek RDMP Pertamina RU IV Cilacap. 

Rombongan diterima oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji di ruang Prasandha Pemkab Cilacap pada hari Kamis (25/6). Turut mendampingi Bupati pada acara tersebut Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, jajaran Forkopimda, para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap dan jajaran Pertamina RU IV.

Terkait dengan penghimpunan data riil dilapangan, menurutnya merupakan aspek yang cukup penting. Terlebih Menko Polhukam memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab langsung kepada Presiden. Yakni mulai dari mensinkronkan mengharmonisasikan dan mengendalikan, yang membutuhkan data akurat di lapangan, khususnya dalam hal progres proyek strategis nasional tersebut.

Marsekal Muda TNI – Ahmad Sajili mengatakan, secara teknis, proyek RDMP Pertamina RU IV Cilacap  ini telah diputuskan akan berjalan secara mandiri. Namun demikian proyek terbesar se Asia Tenggara ini, dikatakan tidak menutup kemungkinan bakal menggaet partner yang sudah berpengalaman.

Data terakhir ini (kerjasama dengan Aramco) tidak berlanjut. Sehingga pematangan data yang ada sekarang melalui dua tahap. Yaitu step pertama nanti dimulai dari sekarang yang sudah proses biding. Tahun 2025 diharapkan sudah operasional, sehingga step kedua dilanjutkan kembali dan berakhir di akhir 2027 atau 2028 secara keseluruhan,” jelas Achmad Sajili.

Selain itu, pihaknya berharap adanya sinergitas yang terbentuk dari Pertamina, TNI-POLRI maupun Pemerintah Kabupaten Cilacap. Yakni guna mewujudkan aspek ketahanan pada proyek Strategis Nasional ini.

Sementara itu Bupati Cilacap – Tato Suwarto Pamuji mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengerjakan dua proyek Refinery Development Master Plant (RDMP). Yaitu RDMP Cilacap berupa peningkatan kapasitas 370 Ribu barel per hari atau bph, dan RDMP Balikpapan fase satu dengan proyeksi kapasitas produksi 360 Ribu bph.

Sedangkan saat ini kebutuhan minyak Nasional meningkat tiap tahunnya, yakni mencapai 1,6 juta bph, namun produksi minyak Pertamina dari kilang Indonesia hanya sekitar 1,05 juta bph (masing kurang 0,55 bph). Berdasarkan hal tersebut Presiden Joko Widodo berkeinginan untuk melepaskan Indonesia dari impor minyak di tahun 2023 dengan mewujudkan ketahanan energi nasional dan mengimplementasikan swasembada BBM melalui proyek strategis Nasional.

Maka dari itu, untuk mewujudkan ketahan energi, Pertamina menargetkan proyek RDMP Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap selesai pada tahun 2022,” kata Bupati.

Sedangkan terkait keterlibatan TNI POLRI dalam pelaksanaan proyek RDMP, yaitu melaksanakan pengamanan sesuai dengan SOP masing-masing agar pembangunan proyek RDMP di Kabupaten Cilacap dapat berjalan dengan aman, lancar dan selesai tepat waktu.

“Besar harapan kami, berbagai masukan dan informasi yang diperoleh selama berada di Kabupaten Cilacap ini, dapat menambah khasanah pemikiran dalam pengambilan kebijakan. Sehingga kedepan Pemerintah Kabupaten Cilacap dapat semakin optimal dalam pemanfaatan berbagai potensi yang ada untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *