CILACAP – Sebanyak 666 Sertifikat tanah diserahkan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kepada warga Desa Cinyawang dan Bulupayung Kecamatan Patimuan, Kamis (14/10/21) di Balai Desa Cinyawang.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Cilacap Karsono, menjelaskan Sertifikat tersebut berasal dari redistribusi tanah eks Perhutani Patimuan yang telah dilepaskan dan menjadi areal penggunaan lain, hal itu berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Kehutanan Nomor 390/Kpts-II/1986 tanggal 18 Desember 1986.

“Kegiatan ini juga merupakan implementasi dalam rangka tercapainya sasaran strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional khususnya sasaran ke tiga, yaitu tercapainya pengaturan dan penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara optimal dan berkeadilan,” kata Karsono.

Dari 686 bidang tanah eks Perhutani, sebanyak 354 bidang terdapat di wilayah desa Cinyawang seluas 57,8 Ha dan 332 bidang tanah seluas 56,5 Ha di desa Bulupayung. 20 sertifikat telah diserahkan sebelumnya oleh Presiden pada 22 September 2021. Kabupaten Cilacap mendapatkan jumlah terbanyak di Jawa Tengah.

“686 sertipikat ini di Jawa Tengah adalah yang terbanyak. Target Jawa Tengah hanya 3.000. Di tahun depan (2022) kita targetkan 1.450 bidang (di Kabupaten Cilacap) dengan lokasi di Cinyawang dan Rawajaya,” tambah Karsono.

Sementara, Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa terwujudnya sertifikat redistribusi tanah ini melalui proses yang panjang karena melibatkan banyak pihak. “Penyerahan sertifikat ini telah melalui proses yang cukup panjang, karena melibatkan berbagai tingkatan pelaksana pemerintahan, mulai dari tingkat pemerintah pusat maupun ke pemerintahan yang paling bawah yaitu desa. Tanpa kerjasama yang baik dari pemerintah maupun masyarakat, kegiatan ini tentunya tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan,” kata Bupati.

Dengan adanya sertifikat hak atas tanah ini Bupati berharap akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itu harus dapat mengelola dengan baik. “Mengingat pentingnya tanah tersebut, maka saya berpesan kepada para penerima sertifikat program redistribusi tanah ini untuk memanfaatkan tanah yang diterima dengan cara dikelola dengan baik agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup keluarga,” tambahnya.

Untuk menunjang akses produksi pertanian, pada lokasi redistribusi tanah telah dibuat Jalan Usaha Tani (JUT), sedangkan untuk menunjang pola pengairan lokasi tersebut juga telah dibuat Jaringan Irigasi Tersier Usaha Tani (JITUT).

(Berita/HumasClp/Intan/BercahayaFm)

dok : HumasClp