Adaptasi New Normal, Ratusan Jamah Sholat Jumat Diperiksa PMI Cilacap

Diterapkannya adaptasi New Normal di Cilacap, membuat sejumlah aktifitas masyarakat  kembali mulai meningkat. Mulai dari aktifitas di pusat perbelanjaan, pariwisata hingga rumah ibadah.  

Kendati demikian, hal ini tidak membuat tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cilacap menurunkan kualitas kinerjanya. Khususnya dalam percepatan penanganan maupun pencegahan dari penyebaran Covid-19.

Seperti yang dilakukan PMI Kabupaten Cilacap yang menggencarkan program pemeriksaan suhu tubuh terhadap 300 jamaah sholat Jumat, di masjid Qoryatul Choiriyah, yang berlokasi di jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Jumat (03/07/20).

Kepala markas PMI Kabupaten Cilacap – Wasis, S.Sos, MM, melalui staff SDM dan Humas – R. Endro Teguh Kusumo mengatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk pengabdian PMI Kabupaten Cilacap untuk membantu pelaksanaan sholat Jumat.

Disebutkan ada sebanyak 2 personil PMI yang ditejunkan. Antaralain bernama Kurnia Permana dan Ruci Indra Jhaladri dari unsur KSR (Korp Sukarela), diterjunkan untuk melakukan pengukuran suhu terhadap para jamaah Sholat Jumat di Masjid Qoryatul Khoiriyah. Adapun keduanya dibekali peralatan berupa Thermo Gun (Infrared Thermometer) dengan menggunakan Rompi Merah PMI, Sarung Tangan Lateks, Masker PMI dan Face Shield.

Disinggung soal teknisnya, Endro mengatakan, seluruh jamaah yang datang diperiksa satu persatu oleh petugas PMI yang dibantu oleh Banser NU` Seperti pengecekan suhu menggunakan Thermo Gun, kemudian melakukan sidak penggunaan masker terhadap jamaah,  penerapan penggunaan sarana sanitasi menggunakan air mengalir dan sabun serta Hand Sanytizer.

Selanjutnya juga diterapkan  akses masuk dan keluar masjid menggunakan satu pintu, termasuk pembatasan jarak pada shaff shalat Jumat. 

Jadi untuk 300 orang yang diperiksa alhamdulilah hasilnya cukup baik. Yakni dengan suhu tubuh rata – rata dibawah 37,5 derajat Celcius. Tidak ditemukan pula jamaah yang terindikasi sedang sakit atau mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk, pilek, flu dan sejenisnya.  Kemudian yang kedapatan tidak bawa masker juga kami arahkan untuk pulang mengambil maskernya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Endro berharap, meski sudah memasuki tahapan adaptasi new normal, masyarakat Cilacap untuk tetap disiplin dalam menerapkan upaya pencegahan sesuai protokol kesehatan Covid-19.  Sehingga kedepannya jumlah kasus positif Covid-19 di Cilacap semakin berkurang.

Dengan dilakukannya protap ini secara disiplin, diharapkan  dapat mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekitar masjid agar kesehatan bersama dapat dijaga untuk kepentingan semua sehingga tidak akan terjadi pandemik Corona (COVID-19) Gelombang II ,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *