Antisipasi Bencana Alam, PMI Bersihkan Magrove

Berbagai upaya pencegahan bencana alam di Kabupaten Cilacap, terus dilakukan sejumlah pihak. Salah satunya dengan pelestarian tanaman mangrove atau bakau yang berguna untuk mengantisipasi adanya abrasi air laut dan bencana Sunami. Seperti yang dilakukan PMI Cilacap bersama sejumlah relawan gabungan yang melakukan perawatan terhadap tanaman Mangrove di wilayah Desa Karang Benda Adipala pada Selasa kemarin.

Kepada Bercahaya FM, Staf Bidang SDM PMI Cilacap – Endro Teguh Kusumo mengatakan, pemeliharan konservasi mangrove yang baru saja dilaksanakan di Desa Karang Benda Adipala, merupakan hal penting untuk mengantisipasi adanya abrasi air laut dan bencana tSunami. Sebab jika tidak dilakukan pembersihan sampah pada akarnya, pertumbuhan magrove dapat terganggu dan menjadi kerdil. Sehingga peranan tumbuhan tersebut dalam mengantisipasi bencana menjadi tidak optimal. Merawat mangrove adalah tindakan nyata sebagai sabuk hijau atau green belt pencegahan bencana di Cialcap.

“Karena green belt atau sabuk hijau inilah benteng alami yang mampu mencegah abrasi dan gelombang sunami untuk wilayah pesisir. Kami melibatkan 60 orang terdiri dari 30 orang berasal dari Kwarcab Banyumas, Igopala 10 orang Tagana 15 orang dan 5 staf tim PMI Cilacap serta sisanya berasal dari Siaga bencana berbasis masyarakat desa Karangbenda Kecamatan Adipala,” ungkapnya.

Endro menambahkan, dibutuhkan sinergitas dan kepedulian lintas sektoral untuk merawat mangrove sebagai sabuk hijau atau green belt pencegahan bencana. Pasalnya dari konservasi yang ada saat ini, di Cilacap sudah terdapat ratusan ribu tanaman tersebut mangrove. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *