BASARNAS Cilacap Genjot Kualitas Personelnya

CILACAP – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyelenggarakan uji pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan tentang Kecelakaan Kapal di Perairan Pantai Selatan yang di laksanakan selama lima hari Pada Senin – Jumat (6-10/9/2021) bertempat di Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman M.Tr (Han) membuka kegiatan uji pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Yang bertempat di Hotel Atrium Cilacap.

Sejumlah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi kesesuaian dan ketaatan pelaksanaan operasi SAR oleh seluruh Kantor SAR Cilacap terhadap UU No 29 th 2014, PP No 22/2017, Perpres No 83/2016, Perban No 23/2020 serta rencana kontijensi yang dimiliki oleh setiap kantor SAR.

Hadir di pembukaan, Kasubdit RPDO (Pengerahan Potensi dan Pengendali Operasi) Basarnas, Nur Yahya, S.sos, M.A beserta jajaran dari Direktorat Operasi Basarnas pusat, Kepala Kantor SAR Cilacap I Nyoman Sidakarya, S.H beserta jajarannya juga para personil Kantor SAR Cilacap dan tamu undangan seperti TNI, POLRI, SAT Polair, Bpbd Cilacap, Distrik Navigasi, KSOP, BMKG, KKP, HNSI, serta oraganisasi SAR masyarakat lainnya.

Kegiatan berlangsung selama lima hari dari tanggal 6-10 September 2021 dan Nantinya ada beberapa tahapan mulai perencanaan hingga pelaksanaan operasi SAR di lapangan. Pesertanya merupakan Gabungan dari internal Kantor SAR Cilacap dengan unsur SAR Gabungan lainnya yang datang dari berbagai pihak.

Pembukaan diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker serta rapid test bagi seluruh peserta yang hadir dalam pembukaan.

Direktur Operasi Basarnas, dalam sambutannya menyebutkan kegiatan ini harus tetap berjalan di tengah pandemic covid 19 untuk melatih kemampuan setiap personil dalam melaksanakan penanganan operasi SAR.

“Pelaksanaannya tetap harus mengedepankan protokol kesehatan dan jangan abai. Kemudian khususnya di wilayah Cilacap ini, paling sering kita menjumpai terjadinya kecelakaan kapal. Maka dari itu kita harus selalu siap siaga akan datangnya musibah, kecelakaan ataupun kondisi membahayakan manusia,” imbuhnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi penanganan operasi SAR di Jawa Barat yang lebih responsif dan terorganisir.

Kesiapsiagaan dan kerjasama dalam penanganan bencana merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam keberhasilan operasi SAR. Semoga dengan kegiatan ini dapat memperkuat sinergitas dalam penanganan operasi SAR,” ujarnya

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *