Belum Ada JPS 2021, Pemkab Cilacap Minta Masyarakat Bersabar

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap meminta masyarakat untuk dapat bersabar dalam menghadapi situasi pandemi saat ini. Terlebih terkait Bantuan Paket JPS atau jaring pengaman sosial di tahun 2021, khususnya bagi mereka yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sebab paket JPS untuk Cilacap sendiri, dikatakan tahun ini belum dapat disalurkan seperti pada beberapa Kabupaten tetangga. Yakni Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara.

Dalam paket JPS ini diketahui penerima manfaat akan menerima bantuan sebesar 200 ribu rupiah untuk membantu keberlangsungan hidup dimasa PPKM Darurat.

Para penerima adalah para pekerja di sektor informal yang terdampak Covid-19.  Di antaranya, ada ojek online, ojek pangkalan, tukang becak, dan pekerja informal lainnya.

Ketentuan lainnya adalah mereka para pendaftar JPS belum tersentuh atau mendapat bantuan reguler dari pemerintah pusat. Bantuan reguler yang dimaksud yakni, BST, BLT, PKH, BPNT, dan lainnya.

Sekertaris Daerah Kabupaten Cilacap – Farid Maruf usai evaluasi PPKM Darurat menyatakan,  bahwa bantuan JPS ini sementara belum dapat tersalurkan lantaran jumlah penerima di Cilacap cukup banyak dibandingkan daerah lain.

“Untuk sementara belum, kita kadang – kadang mau membantu datanya juga ribet dan sebagainya. Jadi kalau bantu malah nanti juga ramai karena tidak merata. Banyumas kan hanya 15 ribu padahal itu ratusan ribu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kodisi keperihatinan akibat pandemi ini dinilai juga dirasakan oleh semua pihak. Olehkarenanya diharapkan dapat menggugah kesadaran bersama dari seluruh pihak. Selain itu dikatakan Pemkab Cilacap untuk saat ini lebih memfokuskan pada optimalisasi penerapan PPKM Darurat demi keselamatan masyarakat.

“Kenapa ada PPKM Darurat karena yang sudah dilaksanakan tidak berhasil. Mari kita koreksi masing – masing kenapa ada Darurat dan bisa terjadi. Ini kan hanya sampai tanggal 20, harus bersabar dan harus bareng – bareng, semuanya susah, bukan hanya pedagang tapi forkopimda juga sudah kerja siang malam memikirkan ini. Kalau kita saling menyadari prokesnya pakai masker dan lainnya, insya Allah Covid-19 segera berakhir,” jelas Farid Maruf.

Farid berharap, pandemi Covid-19 saat ini dapat segera berakhir. Sehingga nantinya keadaan dapat berjalan dengan normal kembali. Termasuk roda perekonomian di wilayah Kabupaten Cilacap.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *