BMKG Bakal Tambah Seismograf Baru Di Cilacap

CILACAP – Indonesia yang berada di kawasan aktif gempa bumi dituntut untuk memiliki sejumlah perangkat mitigasi bencana alam yang mendukung. Salah satunya alat Seismograf sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga akan bencana gempa bumi.  Tidak terkecuali Kabupaten Cilacap yang direncanakan bakal memasang alat Seismograf baru pada tahun ini.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara –  Setyoajie Prayoedhie mengungkapkan, bahwa Jateng  selama ini menjadi daerah zona subduksi dengan sebaran tujuh sesar aktif. Tujuh sesar aktif tersebut memanjang dari Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Semarang hingga Pegunungan Kendeng. Oleh sebab itu, di daerah tersebut katanya sering terjadi gempa dengan kekuatan bervariasi.

Pihaknya menyebutkan, bahwa BMKG saat ini masih terus berupaya melakukan penguatan mitigasi bencana bagi masyarakat Jateng. Seperti yang telah dilakukan, yakni dengan pemasangan 15 alat seismograf diberbagai wilayah. Diantaranya Kabupaten Tegal, Purworejo, Kebumen, Batang, Pekalongan, Wonosobo, Klaten, Boyolali,dan Grobogan.

Sementara di Kabupaten Cilacap, dikatakan sudah terpasang dua alat Seismograf. Letaknya sendiri berada di wilayah Karangpucung dan dataran tinggi gunung Srandil. Bahkan untuk kedepannya akan ditambah satu unit baru yang rencananya akan dipasang di wilayah Kecamatan Sidareja.

Penambahan sarpras ini, lanjut dia, dapat terealisasi di tahun ini lantaran sudah mendapatkan lampu hijau dari Pemkab Cilacap. Yakni melalui Bupati Tatto Suwarto Pamuji yang telah mengijinkan dan menyediakan tempat di wilayah Kecamatan Sidareja.

Selain seismograf, sarpras lain berupa Intensity meter sejauh ini telah terpasang di kantor BPBD Cilacap. Alat tersebut berfungsi untuk mengukur tingkat guncangan sebagai dampak akibat dari gempabumi.

“Terimakasih untuk pak Bupati serta Pemda Cilacap yang sudah memberikan ijin serta disediakan lahannya di Sidareja. Sedangkan untuk alat atau sarpras yang kami titipkan ini, itu akan dirawat dan dipelihara oleh BMKG jadi tidak akan membebankan APBD Kabupaten Cilacap,” ungkapnya.

Aji menambahkan, terkait kondisi sirine peringatan dini tsunami yang ada di sekitar pantai Jetis maupun Tegalkamulyan, menurutnya dari hasil pengecekan tim BMKG bersama BPBD Cilacap, sampai saat ini masih dalam kondisi yang baik.

“Bahkan setiap bulan tepatnya pada tanggal 26 terus digunakan untuk latihan peringatan dini tsunami,” tandasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *