BMKG Luncurkan Aplikasi “SIRITA”

CILACAP – Badan Meteorologi Klimatlogi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan aplikasi “SIRITA” atau Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert. Yakni sebuah aplikasi berbasis android dan berbasis frekuensi Radio atau (Handy Talk). Aplikasi ini akan memberikan peringatan jika terjadi bencana gempa yang berpotensi tsunami.

Aplikasi SIRITA di luncurkan langsung oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Kantor BPBD Kabupaten Cilacap, Senin (04/9/21). Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan penyusuran jalur evakuasi yang di mulai dari Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan hingga jl. Gatot Subroto Cilacap.

Penyusuran jalur evakuasi tersebut merupakan bagian dari simulasi saat gempa megatras 8,7 Skala Richter yang dapat menyebabkan ketinggian gelombang hingga 12 meter.

“Sistem peringatan dini yang sudah disiapkan oleh BMKG, dan beberapa lembaga terkait, dibagian hulu di koordinasikan oleh BMKG. Bagian hulu itu adalah bagian observasi, kemudian pengumpulan data lalu processing, analis, prediksi dan peringatan dini, itu BMKG mengkoordinasikan yang berkontribusi ada BIG (Badan Informasi Geospasial), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Dari situ, informasi yang dihitung oleh BMKG dikirimkan ke masyarakat melalui pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten Cilacap melalui kantor BPBD sebagai Pusat pengendali Operasi (Pusdalops) untuk di teruskan langsung kepada masyarakat,” kata Kepala BMKG Dwikorita.

Salah satu alasan di luncurkannya aplikasi SIRITA ialah karena informasi yang sudah di terima Pusdalops tidak di jamin bisa langsung sampai ke masyarakat karena beberapa hal, salah satunya mati listrik.

“Kita belajar dari fakta di lapangan, karena gempanya kuat, listriknya mati. Listrik mati alat – alat di Pusdalops juga ikut mati, nah kalo alat – alat mati kan peringatan dini macet di sini. Nah aplikasi ini sebagai back up sistem peringatan dini kepada masyarakat dengan frekuensi Radio yang di kembangkan oleh Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie,” jelas Dwikorita.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Wabup Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie dan Kepala BPBD Cilacap Wijonardi saat melaksanakan penyusuran jalur evakuasi.

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, mengucapkan terimakasih kepada BMKG yang selalu peduli kepada Kabupaten Cilacap, karena memang Cilacap sendiri merupakan salah satu wilayah yang berpotensi terjadi gempa megatras 8,7 skala richter. Dengan kegiatan ini merupakan kesiapsiagaan masyarakat apabila terjadi gempa megatras yang berpotensi tsunami.

“Tadi sudah di simulasikan rute ataupun jalur untuk evakuasi , artinya kita bagaimana memetakan memitigasi agar masyarakat nanti berada pada jalur yang tepat, termasuk pemanfaatan gedung – gedung yang tinggi seperti Politeknik Negeri Cilacap, termasuk sampai pada titik aman jalan gatot Subroto ini anatara 0 – 1,5 meter jadi zonanya hijau disini. Nanti masyarakat akan teredukasi bagaimana alur evakuasi sehingga nanti meminimalisir korban,” Ungkap Wabup.

Sementara, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie menjelaskan, sistem informasi berbasis frekuensi radio yang merupakan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami berbasis suara yang di broadcast secara otomatis memanfaatkan jaringan radio VHF.

“Harapannya bisa menjangkau kelompok masyarakat rentan khususnya yang mengalami kendala dalam melihat atau membaca. Oleh karena informasinya dalam bentuk suara, harapan kami info tersebut lebih mudah oleh masyarakat,” katanya.

Dengan mendengarkan dari frekuensi radio yang di gunakan oleh BPBD, otomatis jika terjadi gempa bumi masyarakat akan mendengar informasi tersebut.

Terkait aplikasi SIRITA yang berbasis android, hal itu sebagai alternatif dari keterbatasan jumlah sirine yang terpasang. “Karena  keterbatasan jumlah sirine yang terpasang, otomatis kita harus punya solusi alternatif. Jadi kami kembangkan aplikasi sirine tsunami berbasis telepon seluler,” lanjut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara.

Dengan memanfaatkan IT, Para pengguna HP android yang telah memasang aplikasi SIRITA, ketika BPBD mengaktifkan fitur peringatan dini tsunami secara otomatis akan berbunyi walaupun HP dalam keadaan di silent ataupun getar.

“Harapannya, ketika ada peringatan dini tsunami dari BMKG, teman – teman di Pusdalops langsung mengaktifkan notifikasi warning jika memang akan berdampak di Cilacap dan sekitarnya, teman – teman yang menginstal  akan menerima warning dalam bentuk teks dan suara, jadi bisa segera mencari posisi yang aman,” Pungkasnya.

(Berita/Intan/BercahayaFm)