BNNK Cilacap Bekuk Kurir Sabu Asal Jakarta

Meskipun pelaku penyalahgunaan narkoba diancam dengan hukuman yang berat, namun ternyata tidak membuat para pengedar barang haram tersebut menjadi jera. Terbukti dengan kembali terungkapnya peredaran narkoba jenis sabu yang diduga melibatkan sindikat pengedar uang palsu. Pengungkapan dilakukan oleh BNNK Kabupaten Cilacap pada Senin 15 Juli kemarin.

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah seorang lelaki berusia 38 tahun berinisial MDK warga Gang Sarmili RT 08 RW 03 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kepala BNNK Cilacap – AKBP Triatmo Hamardiono dalam press rilis Jumat (19/07) dikantornya menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap di terminal Cilacap. Setelah dilakukan penggeledahan pada barang bawaan tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket kecil sabu  seberat hampir 2 gram. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku menyembunyikan barang bukti tersebut di dalam bungkus rokok menggunakan plastik kecil.

Selain sabu, petugas juga menyita sebuah handphone samsung berwarna putih, tas punggung berwarna hitam dan sejumlah barang lainnya.

“Tim Brantas BNNK Cilacap menangkap orang diduga kurir yang membawa barang berupa sabu seberat 1,89 gram yang disimpan dalam bungkus rokok. Yang bersangkutan ini dari Jakarta dan ditangkap di Terminal Cilacap ketika dia turun dari bis,” jelasnya.

AKBP Triatmo Hamardiono menegaskan, pihaknya terus pengembangan kasus tersebut. Tersangka MDR yang  diketahui merupakan residivis, dikenakan pasal berlapis.  Yakni pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1, Undang – undang nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. MDR terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau denda 1 milyar.

Sementara menurut pengakuan MDK, dirinya membawa sabu dari Jakarta menggunakan bus atas dasar memenuhi keinginan RR yang dikenalnya melalu media sosial 2 bulan yang lalu.

“Awalnya RR menawarkan uang palsu kepada saya dengan nilai tukar uang 20 juta asli dengan 100 juta uang palsu, dan saya berminat,” ujarnya.

Lebih lanjut, tersangka mengaku komunikasi keduanya sempat terputus lantaran RR berganti nomor HP, hingga kemudian RR menghubungi tersangka untuk menukar uang rupiah layak Bank ditukar Arwana super red.

“Saya tidak berhasil memenuhinya, sehingga RR menginginkan sabu sebagai gantinya, dan mengarahkan saya ke penjual sabu di Terminal Tebet Jakarta untuk dibawa ke Cilacap,” imbuhya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *