BNPB Berikan Ribuan Bantuan Penanganan Darurat Bencana Banjir Bandang Di Kabupaten Cilacap

BNPB RI memberikan bantuan secara simbolis kepada BPBD Kabupaten Cilacap melalui Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji di ruang Prasanda, Jumat (4/12)

CILACAP – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan ribuan bantuan untuk penanganan darutat bencana banjir bandang di Kabupaten Cilacap. Bantuan itu disalurkan langsung oleh Kepala BNPB – Doni Monardo dan diterima oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, di ruang Prasanda Pemkab Cilacap, pada Jumat pagi 4 Desember 2020.


Adapun bantuan yang diserahkan antaralain, 2 ribu lembar selimut, seribu lembar matras, 10 unit Thermogun, 200 ribu lembar masker kain, 10 ribu masker non medis, 10 ribu masker KF94, 5 ribu pcs Protective Clothing Suilt, 10 ribu pcs sarung tangan, dan 500 jerigen Hand Sanitizer.

Dalam kesempatannya, Doni Monardo menyampaikan, terkait bencana banjir bandang yang kerap merendam wilayah Kabupaten Cilacap, dinilai akibat dari adanya sedimentasi yang tinggi di muara sungai. Hal tersebut disebutkan bahwa juga terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

“Olehkarenanya dalam pencegahan potensi bencana alam khususnya banjir, seluruh pihak dapat mencermati kondisi tersebut. Termasuk dengan diikuti langkah yang dapat dilakukan oleh semua pihak, yakni menjaga kebersihan maupun kelestarian lingkungan,” kata dia.

Sementara terkait potensi bencana alam lainnya, gempa bumi dan sunami, Doni Monardo mengingatkan, bahwa dampaknya dapat diminimalisir dengan cara menjaga kelestarian dari vegetasi alami yang ada di Cilacap. Yakni hutan bakau dan lainnya serta pulau Nusakambangan.

Sementara itu Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengungkapkan, bahwa sejak tanggal 17 November s.d 3 Desember 2020, telah terjadi Bencana Alam di Wilayah Kabupaten Cilacap berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang yang berdampak pada 7 17 Kecamatan yang tersebar di 66 Desa. Bahkan dalam perkembangannya diketahui telah mengakibatkan 2 orang meninggal dunia karena terbawa arus.

Kemudian terdapat 20.857 kk / 52.475 jiwa terdampak, 2.565 KK / 7.571 jiwa mengungsi di pos pengungsian, 17 unit rumah roboh, dan 44 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang, 54 unit rumah rusak ringan dan 28 titik tanggul jebol.

“Dari kondisi tersebut, total kerugian sebesar Rp. 15.367.000.000,- (lima belas milyard tiga ratus enam puluh tujuh juta rupiah),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cilacap telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan Bencana Alam di Kabupaten Cilacap. Antara lain bersama unsur FORKOPIMDA dan FORKOPIMCAM, serta jajaran terkait melakukan operasi tanggap darurat dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki dan dibantu oleh dinas/instansi terkait dan relawan untuk melakukan penanganan darurat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing yang sudah tertuang dalam rencana kontijensi penanganan bencana di Kabupaten Cilacap.

Kemudian menghimbau warga untuk mengevakuasi diri, melakukan evakuasi warga yang rumahnya terdampak bencana ke tempat yang lebih aman (tempat pengungsian), serta menghimbau warga masyarakat agar tetap tenang dan selalu waspada.

“Selanjutnya mendistribusikan logistik dan mendirikan dapur umum dalam rangka penanganan darurat bencana di wilayah terdampak bencana, dan membagikan masker kepada pengungsi korban bencana,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, pihaknya berterimakasih kepada BNPB RI yang telah terjun secara langsung dan terlibat memberikan bantuan penanganan bencana alam khususnya banjir bandang di Kabupaten Cilacap. Pihaknya berharap dengan bantuan tersebut, nantinya dapat meringankan beban dan dapat dirasakan manfaatnya oleh korban bencal di Cilacap.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *