BPBD Bersiap Hadapi Musim Kemarau

Kepala BPBD Cilacap – Trikomara Sidy (kiri) melakukan sejumlah pendataan distribusi air bersih, di kantor setempat, Senin (10/6)

Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah – BPBD Cilacap mulai bersiap diri untuk mengatasi bencana kekeringan.Karena diketahui, setiap datang kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap selalu menjadi langganan kekeringan yang berujung pada krisis air bersih.

Saat ini persiapan menghadapi kekeringan dilakukan dengan pemetaan daerah rawan kekeringan maupun kesiapan armada tanki air bersih.

Kepala BPBD Cilacap – Tri Komara Sidhy mengatakan, berdasarkan hasil pemetaannya. pada musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih banyak daerah yang kekeringan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Yakni terdapat 18 Kecamatan dan 65 desa yang rawan mengalami kekeringan.

Oleh karenanya pada tahun ini anggaran kebencanaan khususnya untuk bantuan dan droping air bersih ditingkatkan. Jumlahnya sekitar 60 juta yang bersumber dari  dana APBD.

Lebih lanjut, dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pengadaan 110 tanki air bersih. Sejauh ini BPBD telah menyalurkan bantuan dua tanki air bersih di dua desa, yakni Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut dan desa Binangun Baru  Kecamatan Bantarsari.

“Selain dana APBD, kita juga harus mengantisipasi seperti tahun lalu dengan menggandeng dunia usaha. Sebab tahun kemarin kebutuhan air bersih mencapai 500 tanki. Sehingga kita juga akan kembali merangkul PMI maupun PDAM,” imbuhnya.

Trikomara berharap, musim kemarau tahun ini di Cilacap tidak akan berlangsung lama. Dengan demikian jumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih dapat berkurang. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *