Cilacap Darurat Kasus Stunting

Kasus stunting atau bayi dengan pertumbuhan kerdil di Kabupaten Cilacap terhitung cukup besar, bahkan saat ini masuk dalam kategori darurat. Tercatat lebih dari 6.600 balita yang mengidap stunting.

Jumlah kasus ini mencapai sekitar 5,19 persen dari jumlah balita di Cilacap yang mencapai 128 ribu. Sedangkan sebaran kasusnya, hampir merata disemua wilayah kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Cilacap Tengah, dari 3.500 balita, tahun ini ditemukan hampir 300 kasus stunting, seperti disampaikan Kepala UPT Puskesmas Cilacap tengah Sri Rahayu disela kegiatan Pelatihan Kader Posyandu dan Kampanye Germas. Acara berlangsung di aula serbaguna UPT Puskesmas Cilacap Tengah, Kamis (15/11).

Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka kasus stunting yang dilaksanakan dengan menggandeng PT Holcim dan Forum Peduli Umat JIFISKU.

“Kalo di sektor kesehatan sudah banyak, PMT penyuluhan, PMT Pemulihan, biskuit ibu hamil dan lainya. Namun demikian ternyata terdapat sisi lain yang belum terjamah juga. Sehingga kami menggandeng PT Holcim Tbk terutama untuk kader kader agar lebih cepat dan cermat dalam melayani apababila ditemukan kasus Stunting,” ungkapnya.

Sementara Committee Relation Officer PT Holcim – Budi Nurohman menjelaskan, dukungan mengatasi kasus stunting dilakukan pihaknya melalui program CSR kesehatan. Program ini menyalurkan bantuan sarpras untuk sejumlah Posyandu. Antara lain dalam bentuk tensimeter, alat tri in one, dan timbangan bayi.

“Kami salurkan bantuan sarpras tersebut tidak hanya di satu tempat. Tapi ke seluruh Posyandu, khususnya di Eks Cilacap Kota sesuai dengan kebutuhan yang ada, dan semoga dapat membantu meekan jumlah angka stunting yand ada saat ini”, tandasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *