Covid-19 Omicron Masuk Indonesia, Imigrasi Cilacap Perketat Keluar Masuk WNA

CILACAP – Kasus Omicron pertama di Indonesia ditemukan, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi pasien yang terpapar virus Omicron adalah seorang pegawai kebersihan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet berinisial N.

Pegawai kebersihan ini disebut tidak memiliki gejala apapun dan dikarantina di Wisma Atlet.

Menyikapi hal ini, Pemkab Cilacap bersama Satgas Covid-19 serta lintas sektoral kembali bergerak cepat untuk mengoptimalkan pesan penting dari Presiden Joko Widodo.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap – dr Pramesti Griana Dewi mengungkapkan, bahwa berdasarkan hal tersebut Dinkes sejauh ini berfokus pada upaya preventif.

“Diantaranya mencegah terjadinya penularan lokal, mempertahankan jumlah kasus aktif yang rendah,  mewaspadai dengan tetap tidak panik, melakukan optimalisasi vaksin lengkap kepada warga. Kemudian memperkuat Prokes-Gencarkan 3T, serta melakukan ketegasan terhadap larangan warga-pejabat  untuk tidak berpergian ke luar negeri,” kata dr Pramesti Griana Dewi.

Selain itu Pemkab Cilacap bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap juga terus memperketat aktifitas keluar masuknya Warga Negara Asing atau WNA.

Kepala Kantor Imigrasi Cilacap  melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian – Yan Edo Supomo mengatakan, bahwa ada larangan terhadap para WNA yang berasal dari Afrika masuk ke Indonesia termasuk Cilacap.

Untuk itu, berbagai permohonan Visa masuk ke Indonesia dari berbagai negara Afrika sejauh ini ditegaskan masih ditunda hingga kondisi membaik. Aturan ini menurutnya juga berlaku kepada Warga Negara Indonesia atau WNI yang berpergian dari Afrika. Yakni akan dilakukan sejumlah upaya karantina dan lainnya.

Ditanya soal WNA masuk ke Cilacap, Yan Edo mengatakan, sejauh ini ada lalulintas perjalanan WNA dari sejumlah negara. Namun demikian dipastikan mereka bukan berasal dari Afrika. Tetapi mayoritas merupakan pelajar dari Suriah, Eropa dan China.

“Paling penambahan beberapa orang saja bukan dari Afrika. Rata – rata mereka yang kita terima mereka adalah pelajar kemudian sebagian ada juga dari pondok pesantren yang siswanya di luar negeri. Lainnya juga ada yang dari Suriah, China, dan Eropa,” kata dia.

Sementara untuk WNA yang terdata, kata Yan Edo, mereka masih bertahan lantaran bekerja di Cilacap dan tidak ada aktifitas berpergian keluar daerah maupun luar negeri.

“Dengan menerapkan upaya disiplin Prokes, nantinya dapat mencegah masuknya Covid-19 Omicron ke wilayah Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.

(Guruh)