Darurat Stunting, Cilacap Genjot Monitoring Garam Non Yodium

Kabupaten Cilacap dalam kondisi darurat stunting. Terhitung sejak triwulan pertama tahun ini saja terdapat sekitar 6.650 balita mengidap Stunting. Bahkan berdasarkan data rekap Dinas Kesehatan Jateng, kasus Stunting di Cilacap menduduki posisi 3 tertinggi se Jateng.

Penyebab Stunting salah satunya adalah kurangnya asupan gizi dan penggunaan garam non beryodium berlebih. Menyikapi hal ini Pemkab Cilacap berupaya melakukan sosialisasi dan monitoring garam dengan cara terjun langsung ke sejumlah pasar dilingkup Cilacap. Wilayah pasar yang dimaksud antara lain, Cimanggu, Karangpucung, Kawungaten, Sidareja dan Maos. Rencananya monitoring garam beryodium ini akan diproyeksikan pada bulan September mendatang.

Kasubag Kesejahteraan Rakyat pada Bapelitbangda Cilacap – Karisah, usai rapat penanggulangan gangguan akibat kekurangan yodium, di kantor Bapelitbangda Cilacap, Jumat pagi mengatakan, pemeriksaan kadar yodium pada garam nantinya menggunakan yodinates.

“Selain sosialisasi kepada pedagang pasar, nantinya juga diadakan tes uji kadar yodium pada garam. Hasil sampel garam akan dibawa ke laboratorium. Untuk standar kadar yodium layak konsumsi pada garam yaitu 30 ppm, jika tidak terpenuhi maka akan kembali diadakan sosialisasi kepada para pedagan pasar,” tandasnya.

Karisah menambahkan, Pemprov Jateng mentargetkan pada 2019 akan membentuk 10 desa bebas garam nonyodium dan bebas stunting untuk wilayah Cilacap. (Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *