Digencarkan Diversi Untuk Penyelesaian Pidana Anak

Kasus pidana yang menyeret kalangan anak dan terjadi disejumlah daerah dinilai sebagai perbuatan yang merampas hak anak untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karenanya seluruh elemen penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan dalam menjalankan tugas maupun fungsinya, dituntut mengedepankan upaya Diversi. Tuntutan ini sesuai  Undang – undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak atau SPPA.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Tujuannya antara lain untuk mencapai perdamaian antara korban dan anak. Berikutnya menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, serta menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak.

Demikian disampaikan Kepala Dinas KB PPPA Kabupaten Cilacap – Murniyah, usai kegiatan Advokasi Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum atau ABH, di kantornya pada Rabu (26/06/19).

Lebih lanjut, peradilan pidana terhadap anak juga dinilai mampu mengoyak kondisi psikis atau kejiwaan pada anak. Terlebih ia menilai, kejahatan di kalangan anak seringkali terjadi karena ketidaksengajaan atau ketidakpahaman pelakunya. Sebab dalam kaidahnya dunia anak merupakan dunia bermain. Sehingga katanya besar kemungkinan kejahatan yang dilakukan merupakan dampak dari ketidaksengajaan yang didukung oleh faktor lingkungan.

“Kalau semuanya hanya dipidanakan saja dan di hukum itu dapat menghambat perkembangan jiwa anak, pertumbuhan anak dan bisa membuat anak menjadi tertekan. Oleh karenanya disini kita inginkan pemangku kewenangan hukum dapat memfasilitasi perkara dengan penerapan sistem Diversi,” tandasnya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *