Dirut Pertamina Pantau Langsung Penanganan Insiden, Pastikan Operasional & Layanan Kilang Cilacap Tidak Terganggu

Cilacap – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) memantau langsung penanganan insiden di area tangki penyimpanan di Kilang Cilacap sekaligus memberikan dukungan kepada jajaran Subholding Refinery & Petrochemical dalam penanganan insiden tersebut.

Saat ini, tim emergency Pertamina Kilang Cilacap tengah berupaya maksimal melakukan pemadaman api yang masih tersisa di bundwall dan pipa area salah satu tanki penyimpanan unfinish product Benzene di Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, menyampaikan satu titik api yang telah dipadamkan, namun muncul satu titik api lagi yang saat ini harus diselesaikan. Manajemen Subholding Refinery & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) diminta untuk segera melakukan langkah-langkah untuk mengisolir dan mengantisipasi agar titik api tidak melebar.

“Kami meminta kepada Tim Emergency untuk fokus segera menyelesaikan titik kebakaran yang masih terjadi dan alhamdulillah tidak ada korban. Standar safety yang diterapkan Kilang Cilacap betul betul aman, tinggal masalah waktu dan bagaimana penanganan agar lebih offensif dan proses pendinginan terus dilakukan,” jelas Nicke.

Selanjutnya, atas insiden ini Nicke menekankan dua hal, pertama
Operasional kilang tidak terganggu dan masih berjalan seperti biasa. Kedua pelayanan kepada masyarakat dan tetap terlaksana dengan baik.

“Komitmen kami dalam penyediaan BBM dan LPG kepada masyarakat tidak akan terganggu, serta komitmen kepada customer khusus  benzene semua sudah terpenuhi, Tidak ada isu supply pelanggan terganggu. Kami punya back up dari TPPI. Benzene utk customer industri tidak ada kendala,” tegasnya.

Apresiasi dan terimakasih juga disampaikan Nicke kepada seluruh stakeholder atas dukungannya kepada Pertamina dan jajaran Subholding Refinery & Petrochemical dalam menangani insiden ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *