Ditemukan bangunan diduga bekas peninggalan kolonial Belanda

Sebuah bangunan diduga merupakan infrastruktur peninggalan jaman Belanda ditemukan digalian proyek saluran drainase di Jalan Pasar Gede pada Rabu pagi tadi. Infrastruktur jenis pondasi bangunan sepanjang 50 meter itu tepatnya ditemukan di depan Stasiun Kereta Api masuk wilayah RW 01 Kelurahan Tambakreja.

Staf Bidang Kawasan Permukiman pada Disperkimta Cilacap – Didin Mukhsinin menggambarkan, susunan pondasi bangunan itu menggunakan batu bata merah. Menurutnya, dari segi konstruksinya, diperkirakan bukan situs budaya, melainkan bangunan bekas peninggalan Belanda. Kendati demikian direncanakan dalam waktu dekat akan dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Cilacap agar status keberadaannya menjadi jelas. Selanjutnya dapat diambil langkah, apakah akan dipertahankan atau sebaliknya.

“Kalo dari bentuknya dan konstruksinya bukan situs budaya, tapi sementara kita masih menunggu untuk dicek kejelasannya bersama Disporapar,”ujarnya.

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan atau LPMK Tambakreja – Agus Wahyudi mengatakan, infrastruktur warisan Belanda di Cilacap katanya cukup banyak. Mulai dari puing bangunan hingga saluran besar air bawah tanah atau riung yang disinyalir terbentang dari sekitar Jalan Wuni hingga Pasar Gede, rumah sakit Santa Maria bahkan sampai ke Kaliyasa. Sedangkan penemuan struktur bata yang diduga bekas pondasi salah satu kantor pemerintahan kolonial Belanda di saluran drainase itu dinilai menjadi kali pertama di Cilacap.

Lebih lanjut, pembangunan drainase tersebut adalah realisasi hasil musrenbang tahun 2018 sebagai solusi adanya genangan air yang seringkali terjadi disekitar jalan pasar Gede.

Agus menambahkan, ditemukannya bangunan yang diduga merupakan infrastruktur peninggalan Belanda, katanya terungkap sejumlah fakta lain. Diantaranya elevasi drainase yang saat ini dibangun dinilai perlu dikaji ulang lantaran lebih rendah dibandingkan saluran drainase lama.

“Ini harus diperhatikan, sebab justru bisa menimbulkan permasalahan baru karena penumpukan sedimentasi, lalu luapan air makin banyak. Ini akan kami usulkan ke dinas terkait untuk dapat merubah rancangan konstruksi drainasenya,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *