Dua Guru Penggerak Cilacap Dilatih STEM oleh NIE Singapura

BANDUNG – Sebanyak 2 orang Guru Penggerak Kabupaten Cilacap yakni Isnaeni Sumiarsih dan Rochayati terpilih untuk mengikuti Program STEM ( Science Technology Engineering adn Mathematics) Education Leadership.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kemendikbud dengan NIE (National Institute of Education) Singapura. Program ini dilaksanakan secara blanded (daring dan luring) yang melibatkan unsur guru (IPA dan matematika), widyaiswara PPPPK (IPA dan Matematika), dan dosen perguruan tinggi.

Dia adalah Isnaeni Sumiarsih guru IPA SMP N 6 Cilacap yang terpilih mengikuti STEM Education Leadership secara daring. Sedangkan Rochayati guru Matematika SMP PGRI 1 Cilacap, terpilih untuk mengikuti secara luring dibandung tanggal 3-9 oktober 2021.

Menurut koordinator program – Arif Hidayat mengatakan, bahwa program ini memfokuskan kepada pengembangan bersama kemampuan dari pendidik STEM di Indonesia, dan membangun bersama komunitas jejaring belajar sekolah khususnya dalam pembelajaran STEM.

“Program ini dilaksanakan selama 3 tahun dengan berfokus melatih pelatih guru, kemudian melatih guru, mendesain sekolah-sekolah penggerak yang akan melaksanakan praktek pendidikan STEM dalam siklus merencanakan, membuka kelas, merefleksikan dan shering antar peserta,” kata dia.

Terkait hal tersebut turut dibuatkan website yang dijadikan sarana bertukar pikiran secara maya dan ada sesi konferensi bersama, serta festival sekolah yang akan dipadupadankan selama 3 tahun dan pada akhirnya adalah mengirim guru-guru Indonesia untuk shering dengan guru-guru dan komunitas STEM Education di Singapura.

“Ini merupakan langkah awal yang baik dan pertama terjadi di Indonesia. Di tahun ini terjadi secara semi daring, dan peserta berkumpul secara luring di Bandung difasilitasi oleh PPPPK IPA. Sedangkan pemateri dari Singapura hadir secara daring. Bahkan untuk tahun depan, kegiatan serupa diikhtiarkan berlangsung secara luring,” tambah Arif.

Sementara itu menurut fasilitator program Fuad Jaya Miharja dari Universitas Muhammadiyah Malang, kegiatan ini merupakan kemitraan 3 tahun sebagai upaya untuk mengintegrasikan STEM di Indonesia.

Dalam kemitraan ini, dijelaskan terdapat beberapa kegiatan,  mulai dari STEM Education Leadership Master Training, dan dilanjutkan dua kali STEM Education Leadership Teacher Training batch 1 dan 2. Yakni pada tanggal 3-9 oktober 2021 dan 16-23 oktober 2021.

“Program ini melibatkan unsur guru IPA dan Matematika, Widyaiswara PPPPK (IPA dan Matematika), Dosen perguruan tinggi yang terdiri dari kurang lebih 60 peserta. Setelah program ini selesai, guru akan difasilitasi untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah masing-masing,” tandasnya.

(guruh)