Dua TPI Zero Produksi, Ketum KUD Minosaroyo : Ini Dampak Normalisasi DUKS PLTU

Ketua Umum KUD Minosaroyo Cilacap – Untung Jayanto

CILACAP – Nasib ribuan nelayan khususnya wilayah Lengkong dan Kemiren Kabupaten Cilacap belakangan ini diketahui cukup memperihatinkan. Pasalnya sudah sejak lama mereka harus melaut dan bersandar jauh dari lokasi biasanya. Yakni di sebagian wilayah pantai desa Rawajarit, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.

Hal ini diklaim sebagai dampak abrasi yang terjadi di bibir pantai Lengkong dan Kemiren, Kabupaten Cilacap.

Ketua Umum KUD Minosaroyo Cilacap – Untung Jayanto mengatakan, jika abrasi juga berimbas pada tutupnya dua Tempat Pelelangan Ikan atau TPI, dan membuat nihilnya aktifitas serta hasil produksi dilokasi setempat.

Dikatakan abrasi ini merupakan dampak dari adanya proyek normalisasi Dermaga untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) milik PLTU Cilacap. Hal ini menurutnya sesuai dengan hasil pengamatannya sejauh ini bersama pihak terkait.

“Nelayan tidak bisa melakukan aktifitas berangkat atau sandar disitu. Ini karena berbahaya bagi keselamatan mereka,” kata Untung Jayanto.

Terkait situasi ini, Untung mengaku sebelumnya sudah melayangkan surat tembusan kepada jajaran kementerian kelautan dan perikanan atau KKP di era Susi Pudjiastuti.

“Ini kemudian mendapatkan tindaklanjut dari dinas PSDA Cilacap dan BBWS Serayu Opak yang juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi,” tambah dia.

Ditanya soal solusi alternatif, Untung menginformasikan, jika sementara ini direncanakan bakal dibangun sejumlah breakwater. Yakni dengan sejumlah titik yang nantinya ditentukan.

Untung berharap, persoalan dari adanya dampak abrasi pantai ini dapat segera diselesaikan. Selain itu pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten Cilacap turut serta memberikan bantuannya dan melihat fakta kondisi dilapangan yang dinilai telah berdampak pada keberlangsungan hidup nelayan Cilacap.

“Realisasinya dalam bentuk breakwater atau pemecah gelombang. Tapi masih harus menunggu keputusan dari berbagai pihak terkait. Kalau bisa, ini dipercepat karena nelayan yang menjadi korban dari adanya abrasi pantai,” kata dia.

Sementara itu dari PLTU S2P Cilacap hinggaa berita ini diturunkan, masih belum memberikan keterangan resminya terhadap kondisi tersebut.

(Guruh)