Edarkan Pil Haram di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Maos Dicokok Polisi

CILACAP – Kendati pandemi Covid-19  masih berlangsung,  Polres Cilacap terus mengintensifkan berbagai program kerjanya. Salah satunya dalam hal pemberantasan tindak kejahatan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Cilacap.  Hal ini dibuktikan dengan petugas Resnarkoba Polres Cilacap yang kembali berhasil mencokok seorang penjual obat – obatan  terlarang dan berbahaya.

Penjual pil haram yang dicokok petugas Resnarkoba Polres Cilacap, diketahui merupakan seorang pemuda tamatan SMP yang bekerja sebagai buruh. Dia adalah AP alias Jenggot berusia 21 tahun asal Desa Karangrena, Kecamatan Maos.

Demikian disampaikan Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya didampingi Kasat Narkoba AKP Poniman, dalam press rilis yang digelar di halaman Mapolres Cilacap, Kamis (12/11/20).

Kapolres Cilacap mengungkapkan, AP alias Jenggot selama pandemi Covid-19, telah menjual bebas barang haram tersebut kepada kalangan pemuda dan pelajar di Desa Karangrena, Kecamatan Maos.

“Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri dari 42 butir pil kuning bertuliskan MF, 240 butir pil warna kuning bertuliskan DMP, uang tunai 30 ribu rupiah, satu buah HP dan jaket jeans warna loreng putih,” ungkap Kapolres.

Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya didampingi Kasat Narkoba AKP Poniman, dalam press rilis yang digelar di halaman Mapolres Cilacap, Kamis (12/11/20).

Menurutnya, Penangkapan Jenggot berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa di Desa Karangrena terdapat peredaran obat berbahaya yang cukup meresahkan, Satresnarkoba menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan ke Desa tersebut.

“Kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti berupa obat-obatan berbahaya yang dijual bebas dengan sasaran para pemuda,” bebernya.

Sementara dari hasil pemeriksaan, Kapolres mengatakan, tersangka mengaku obat-obatan tersebut didapatkan melalui online. Selanjutnya dikemas dalam kemasan plastik berisi 10 butir dengan harga kisaran 25 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya/ tersangka AP alias Jenggot dijerat pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) sub Pasal 198 Jo pasal 108 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *