Hari Pertama Ujian Sekolah Tatap Muka, SMP Pius Cilacap Perketat Prokes Covid-19

CILACAP – Ditengah merebaknya pandemi Covid-19, proses kegiatam belajar mengajar di sejumlah sekolah khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap telah diuji cobakan. Kendati demikian aturan protokol kesehatan Covid-19 menjadi syarat mutlak terhadap sistim pembelajaran tatap muka.


Mengenai hal ini, SMP Pius Cilacap menjalankan fungsinya pada lingkungan pendidikan. Yakni dengan menerapkan prokes ketat Covid-19. Terlebih dihari pertama Ujian Sekolah kali ini, berbagai alur kegiatan tersebut diselenggarakan dengan mengedepankan aspek kesehatan serta keselamatan para anak didiknya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Pius Cilacap – Thomas Sutasman mengatakan, bahwa ujian tertulis dengan sistem luar jaringan atau luring ini diikuti oleh 89 anak didik mulai tanggal 19 sampai 30 April 2021 mendatang.

Terkait prokes Covid-19, Thomas mengungkapkan, SMP Pius Cilacap dalam hal ini berkomitmen penuh untuk melaksanakannya secara konsisten guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta ujian maupun wali muridnya. Diantaranya adanya pembatasan keluar masuk, pengecekan suhu ketika setiap siswa masuk gerbang sekolah, seterilisasi ruangan ujian sekolah, penerapan jarak satu meter untuk tiap peserta, dan pembagian peserta didik di setiap ruangan.

“Kita berlakukan screening sejak mereka datang kesekolah, bahkan diberlakukan antrean untuk masuk maupun keluar sekolah dengan jarak satu meter. Ini agar memberikan kenyamanan dan keamanan untuk peserta ujian sekolah dan membuat tenang para wali murid dirumah,” imbuhnya.


Lebih lanjut, dikatakan bahwa dari 10 ruangan yang disediakan setidaknya hanya diperbolehkan untuk 9 orang peserta. Selain itu seusai mengerjakan ujian para siswa tidak diperbolehkan keluar ruangan hingga orang tuanya menjemput di depan sekolah. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya kerumunan pasca berlangsungnya kegiatan ujian sekolah.

“Kalo dari sekolah kami lebih ketat, karena satu ruangan saja hanya untuk sembilan orang. Tentunya akan lebih longgar dan aman. Setelah mengikuti ujian sekolah murid tidak diperkenankan untuk pergi meninggalkan kelas. Mereka diperbolehkan keluar jika sudah dijemput, kami sengaja perbolehkan siswa membawa hp untuk menghubungi keluarga untuk dijemput agar mengurangi adanya kerumunan diluar sekolah,”ungkap Thomas.

Thomas berharap adanya kondisi pandemi saat ini, tidak membuat semangat siswa maupun siswinya memudar. Namun tetap semangat untuk terus berprestasi dalam dunia pendidikan.

Sementara itu salah satu peserta ujian sekolah, Julius Wijaya Agung mengungkapkan, dirinya merasa senang dapat menjalankan ujian sekolah secara tatap muka. Terkait ujian sekolah dimasa pandemi, dia mengaku tidak menemui kesulitan dan halangan. Terlebih aturan ketat protokol kesehatan maupun proses ujian dan lainya, sebelumnya sudah disimulasikan oleh pihak sekolah.

“Sangat senang karena sudah lama tidak merasakan tatap muka melihat teman secara langsung. Rasanya berbeda dibandingkan dengan daring. Sejauh ini ga ada halangan buat soal ataupun proses ujian sekolah, karena sudah ada persiapan sebelumnya dari sekolah dan murid,” bebernya.


Julius berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir, sehingga proses pembelajaran disekolahnya dapat kembali normal.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *