Hujan Awal Nopember Di Masa Transisi 2019-2020, Berpotensi Cuaca Ekstrim

Hujan lebat yang mengguyuh wilayah Cilacap, menandai datangnya musim hujan tahun 2019 2020  berlangsung normal sesuai klimatologinya. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan-BMKG Cilacap mengingatkan, musim penghujan di masa peralihan pada awal bulan Nopember ini, perlu diwaspadai, karena berpotensi terjadinya cuaca ekstrim.

Hujan lebat yang dinantikan masyarakat, khususnya warga Cilacap akhirnya turun juga. Meski sebelumnya sempat terjadi hujan gerimis di sejumlah tempat, namun belum dirasakan, terlebih pada cuaca panas terik matahari yangh menyengat. Pengamat Cuaca Dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan-MBKG Cilacap Rendy Krisnawan, menjawab pertanyaan Bercahaya FM Cilacap melalui telepon pada acara Dialog Info Kita, Jumat pagi menyatakan, musim hujan tahun 2019 2020 ini berlangsung normal sesuai klimatologinya. Hujan lebat di awal bulan Nopember ini bertepatan dengan peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Rendy Kirsnawan memprakirakan, musim penghujan tahun ini akan berlangsung mundur, sampai dengan bulan Mei 2020 mendatang. Puncak hujan akan terjadi di sejumlah wilayah, seperti wilayah Cilacap Kota dan sekitarnya puncah musim hujan terjadi di bulan Desember, wilayah Timur Selatan Cilacap yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen, puncak hujan terjadi pada bulan Januari serta wilayah Tengah dan Utara Cilacap, curah hujan tertinggi di bulan Pebruari.

Rendy Krisnawan juga mengingatkan, puncak curah hujan tinggi di Cilacap perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan masyarakat, karena berpotensi terjadinya hujan petir, puting beliung serta tanah longsor, terutama di daerah dataran tinggi. Terlebih di masa peralihan musim, cuaca panas yang sangat terik di sepanjang pagi hingga siang hari, menyebabkan tanah menjadi kering dan retak. Sedangkan dengan menyusulnya hujan lebat di sore hari, retakan tanah terisi air hujan yang mnjadikan tanah labil dan mudah longsor.

Sementara itu, menyinggung potensi gelombang tinggi juga diprakirakan bakal terjadi di Bulan Nopember ini yang dapat mencapai 2 setengah sampai dengan 4 meter. Gelombang laut setinggi ini dinilai cukup berbahaya bagi nelayan dengan kapal berukuran kecil. Sedangkan, kewaspadaan adanya gelombang tinggi juga disampaikan himbauan kepada wisatawan agar tetap berhati-hati, ketika bermain air laut, bermandian dan berenang di pantai. (4ng2id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *