Tertinggi Se Indonesia, Peningkatan Produksi Padi Cilacap Terus Digenjot

Kadispertan Cilacap – Supriyanto memberikan penghargaan kepada salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

CILACAP – Peningkatan produksi padi di Kabupaten Cilacap semakin menjadi sorotan setelah sebelumnya berhasil menjadi yang tertinggi di lingkup Nasional. Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian tersebut diterima oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji dan diserahkan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden Jakarta pada Senin 13 September lalu.

Penghargaan ini diketahui diberikan Kabupaten Cilacap berdasarkan penilaian dari kriteria produktivitas padi diatas 6 ton per hektar, atau produktivitasnya lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, serta luas baku sawah diatas 40 ribu hektar.

Pada tahun 2019, luas lahan sawah lebih dari 66 ribu hektar dengan luas panen pada Januari – Desember 2020 melebihi dari 117 ribu hektar. Sehingga produktivitas padi di Kabupaten Cilacap pada tahun 2020 lebih dari 67 Kuintal per Hektarnya.

Pada momen Hari Tani Nasional, Kepala Dinas Pertanian Supriyanto turut menyampaikan rasa bangganya kepada para petani Cilacap. Selain itu, dia turut berterimakasih lantaran berkat kerjasama yang dibangun antar petani dan Pemkab Cilacap, berhasil menghantarkan Cilacap meraih peringkat 1 dalam Kabupaten dengan Peningkatan Produksi Padi Tertinggi se – Indonesia.

Pihaknya juga berupaya untuk terus meneguhkan dan mendorong kekuatan petani sebagai motor penggerak utama dalam membangun kehidupan secara kolektif.

“Perayaan Hari Tani di Cilacap sebagai upaya menyatukan gerak dan arah meningkatkan kinerja sektor pertanian kedepan. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 saat ini diperlukan langkah strategis dan semangat bahu membahu dalam memberikan energi untuk mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern,” kata Kadispertan Cilacap – Supriyanto pada Kegiatan Hari Tani Nasional yang berlangsung di Lapangan Desa Karangtengah, Kecamatan Sampang, Jumat (24/9).

Sementara itu, Camat Sampang – Ahmad Khairudin turut melaporkan bahwa luas baku sawah di Kecamatan Sampang saat ini tercatat ada 1.850 hektar.

Dengan rincian 1.747 hektar adalah irigasi tekhnis dan 103 hektar adalah tadah hujan. Adapun luas panen musim tanam 2020 – 2021 adalah mencapai 3700 hektar dengan rata – rata produktifitas 6,7 ton per hektar. Sehingga produksi padi sebesar 24.790 ton gabah kering panen.

“Kami sampaikan terimakasih karena petani telah diberikan apresiasi berupa penghargaan. Sehingga harapannya dengan diberikan apresiasi tersebut maka para petani dapat semakin produktif menghasilkan padi, jagung dan kedelai yang berkualitas dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para petani,” tandasnya.

(Guruh)