Kantongi Ijin Bupati, Pembelajaran Tatap Muka di 156 Sekolah Masih Tertunda

CILACAP – Menurunya jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Cilacap belakangan ini menjadikan wilayah tersebut masuk dalam kategori zona Oranye. Kendati demikian kabar baik ini belum mampu membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap menerapkan metode pembelajaran tatap muka atau PTM.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap – Budi Santosa melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap – Kastam mengatakan, bahwa sejauh ini sebanyak 156 sekolah yang ada di Cilacap dinilai sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Sebab menurutnya Pemkab Cilacap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah melakukan persiapan dari sejumlah aspek penting terkait penerapan PTM. Seperti dari segi keamanan melalui sterilisasi lingkungan sekolah, pembentukan 156 tim Satgas Covid lingkup pendidikan, hingga peningkatan kualitas SDM pendidikan melalui pembekalan terhadap tenaga pendidik di Cilacap terkait protokol kesehatan Covid-19 maupun konsep pembelajaran ditengah pandemi.

Namun demikian, dari total 156 sekolah di Cilacap, meliputi SD, SMP, maupun SMA/sederajat yang telah mengantongi surat ijin Bupati Cilacap, dinilai harus kembali bersabar untuk merealisasikan metode PTM dan diminta untuk tetap menjalankan metode Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.

Hal ini dikarenakan adanya kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui surat edaran Gubernur Ganjar Pranowo terkait pendudaan kegiatan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah di Jateng.

“Kalau memang sudah ada surat ijin dari Pemerintah, tentunya dapat kami pastikan 156 sekolah di Cilacap sudah siap dan bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Kastam.

Ditanya soal kurikulum pendidikan, Kastam mengungkapkan, meskipun sejauh ini dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak memberikan target, namun Pemkab Cilacap melalui Dinas terkait sejauh ini telah menetapkan target tersendiri. Yakni setidaknya mampu mencapai 60 persen. Akan tetapi dengan adanya kendala dalam metode PJJ menggunakan Daring menjadikan target kurikulum yang ditetapkan masih belum tercapai.

“Sampai saat ini, dari target yang ditetapkan sebesar 60 persen baru tercapai sekitar 50 persen saja. Ini karena metode PJJ yang berjalan saat ini masih belum optimal karena beberapa faktor. Seperti belum meratanya penggunaan sarana gadget berbasis android pada anak didik karena faktor ekonomi dari keluarga, maupun adanya kondisi wilayah di Cilacap yang masih diselimuti dengan area blank spot atau susah sinyal,” ungkapnya.

Kastam berharap, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dan khususnya lingkup Kabupaten Cilacap dapat berakhir. Sehingga nantinya kerinduan dari tenaga maupun peserta didik dapat segera terobati, yakni dengan diterapkannya aktifitas pembelajaran tatap muka disekolah.

“Saya harap kepada semua pihak dapat memahami kondisi pendidikan yang ada dimasa pandemi ini, tentunya saya juga meminta doa juga kepada masyarakat Cilacap agar pandemi Covid-19 cepat berakhir dan menjadikan aktifitas pembelajaran di sekolah secara tatap muka dapat kembali berjalan seperti semula,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *