Kembali Beroprasi, Bioskop Di Cilacap Diminta Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai memberi sinyal terkait pembukaan kembali bioskop yang berhenti beroperasi sejak mewabahnya pandemi Covid-19. Kendati telah memberi isyarat, namun pengelola diminta untuk menaati sejumlah syarat yang diberikan pemerintah.

Kepala Disporapar Kabupaten Cilacap – Heroe Harjanto menyatakan, izin operasional tersebut disertai dengan berbagai aturan ketat. Utamanya dalam penerapan protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh pengelola bioskop di Kabupaten Cilacap.

Pembukaan Bioskop ini, dikatakan Heroe, bertujuan untuk mendorong kembali pergerakan roda ekonomi masyarakat. Namun demikian harus tetap mengedepankan aspek keselamatan maupun keamanan seluruh pihak yang berkunjung dari bahaya penyebaran Covid-19.

Disinggung mengenai payung hukum pembukaan bioskop di Kabupaten Cilacap, Heroe mengaku, sejauh ini masih merujuk pada Perbup nomor 126 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan Covid-19. Akan tetapi dalam waktu dekat pengoprasian Bioskop di Cilacap akan diatur secara lengkap melalui pembahasan bersama Gugus Tugas Covid-19 dan Bupati Cilacap.

Menurut Heroe, berdasarkan hasil peninjauan lokasi terhadap sejumlah Bioskop di Cilacap, sampai saat ini mayoritas fasilitas yang ada sudah cukup baik dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Prinsipnya seluruh potensi yang bisa memicu penularan diminta untuk dapat dihindari. Bahkan kedepannya jika sudah ada payung hukum, Pemkab Cilacap bakal menerapkan sanksi tegas terhadap pengelola Bioskop yang kedapatan melakukan pelanggaran,” kata Heroe.

Heroe berharap, nantinya seluruh pihak dapat turut serta mendukung upaya Pemkab Cilacap dalam menekan penyebaran Covid-19. Sehingga roda perekonomian di Cilacap dapat kembali berjalan dengan baik.

Sementara itu Kasatpol PP Cilacap – Yuliaman Sutrisno mengatakan, terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19, Pemkab Cilacap mendorong seluruh pengelola Bioskop untuk dapat melakukan sterilisasi ruangan setiap saat, dengan berbagai prosedur kesehatan. Sementara untuk mengurangi interaksi, penjualan tiket akan difokuskan dengan penjualan melalui pemesanan online agar tidak menimbulkan kerumunan.

Kemudian pengaturan kursi pengunjung dikatakan harus tetap mengutamakan sosial distancing atau menjaga jarak,  dan tentunya juga pengelola diharuskan tetap membatasi jumlah pengunjung. Yakni dengan maksimal 50 dan ketentuan ruangan 30 persen sesuai ketentuan dari Perbup yang berlaku.

“Hal ini sudah kita tindaklanjuti pada Selasa 3 November 2020 lalu, kami beserta gugus tugas Covid-19 melakukan peninjauan di salah satu gedung Bioskop di Cilacap. Sejauh ini sudah terdapat penerapan sosial distancing pada tempat duduk pengunjung,” kata Yuliaman.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *