Kemensos Gagas Kawasan Siaga Bencana Di Cilacap

Sejumlah hasil  kajian beberapa  ilmuan maupun pakar Tsunami BPPT dan Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyebutkan, terdapat potensi nyata ancaman Gempa Bumi Megathrust dan Gelombang Tsunami, serta ancaman Sesar Aktif antara lempeng benua dan lempeng sesar yang akan mengakibatkan dampak bencana yang sangat luas dan massif di wilayah Selatan Pulau Jawa.

Sementara itu berdasarkan arahan Presiden RI pada Rakornas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG pada tanggal 24 Juli 2019 lalu, semua pihak diminta untuk sensitive dan antisipatif terhadap bencana, terutama mengingat Indonesia negara yang paling rawan bencana dan terkait edukasi kebencanaan disampaikan secara  massif kepada masyarakat. 

Olehkarenanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di pesisir selatan pulau Jawa, dalam hal ini Kementerian Sosial RI meresponnya dengan upaya percepatan pembentukan Kawasan Siaga Bencana. Program tersebut merupakan bentuk pengembangan dari Kampung Siaga Bencana yang telah lama dibentuk sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, pada Rakor Fasilitasi Kawasan Siaga Bencana tahun 2019, di Hotel Dafam Cilacap, Sabtu (16/11/19).

Lebih lanjut, Kawasan Siaga Bencana nantinya bakal diproyeksikan memiliki peranan besar dan jangkauan yang lebih luas dari program sebelumnya. Yakni setidaknya ada tujuh Kecamatan yang berada di tiga Kabupaten untuk ditargetkan menjadi wilayah yang mampu melibatkan masyarakat dalam pelatihan hingga praktek dalam hal mitigasi bencana. Sehingga nantinya bakal terbentuk kepengurusan maupun kesekertariatan, bahkan lumbung sosial atau lumbung bencana lokal dengan didukung sejumlah informasi yang mudah dipahami masyarakat disegala kalangan usia.

“Kita paham bahwa dari hasil riset bahwa ada potensi bencana yang membutuhkan antisipasi sejak dini, terutama kawasan-kawasan yang masuk dalam ring of fire”, kata Harry.

Hary menambahkan, pencanangan pertama kali direncanakan akan dilakukan pada akhir bulan ini di tiga Kabupaten pada dua Provinsi yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap di Provinsi Jawa Tengah, serta Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat.

Sementara Sekertaris Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, Taryo, S.Sos.,M.Si menjelaskan, untuk Kabupaten Cilacap dalam hal mitigasi bencana dinilai sejauh ini cukup baik. Diantaranya dengan melibatkan dari unsur lintas sektoral maupun relawan kebencanaan. Sedangkan untuk pemetaannya, katanya  terdapat dua wilayah yang rawan bencana alam, meliputi Kecamatan Kesugihan dan Adipala yang nantinya dipilih menjadi spot pengembangan program Kawasan Siaga Bencana.

“Pembentukannya diharapkan tidak hanya mencakup 7 kecamatan itu saja, tetapi juga seluruh wilayah yang berada di pesisir pantai dapat dibentuk menjadi KSB”, pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *