Lagi, Tiga Nelayan Cilacap Tenggelam Di Gulung Ombak Pantai Selatan

Perahu jukung katir yang membawa tiga nelayan terhempas ombak saat melaut di Perairan Bunton Adiapala.  Nahasnya dua nelayan ditemukan dalam kondisi tewas. Sedangkan satu nelayan lainnya hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.  

Identitas nelayan meninggal yang berhasil ditemukan yakni Solihin warga Kuripan, Kecamatan Kesugihan dan Tukimin berusia 70 tahun warga Jalan Pepaya RT 07 RW 04 Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan. Sementara nelayan hilang bernama Satimin berusia 51 tahun, warga Kuripan Kesugihan.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap – Mulwahyono menjelaskan, kejadian nahas tersebut berawal dari tiga nelayan yang berangkat mencari ikan diperairan Adipala menggunakan perahu jukung katir dengan nama perahu Geger 01. Mereka berangkat melaut pada Jumat sore kemarin. Namun sekitar jam 7 malam, perahu tersebut ditemukan oleh nelayan Bunton dalam keadaan kosong tanpa penumpangnya, beserta jaringnya yang hilang. Sehingga  dicurigai korban terjatuh dilaut.

Mendapati laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan satu tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Cilacap untuk melakukan koordinasi dan pemantauan. Hingga Sabtu dini hari tadi,  Tim SAR berhasil menemukan satu korban atas nama Solihin di Pantai Cemoro Sewu Cilacap atau sekitar 300 meter arah timur dari posisi perahu korban ditemukan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian petugas mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Cilacap.

Lebih lanjut, sekitar jam setengah 5 pagi, Tim SAR kembali menemukan korban kedua atas nama Tukimin. Lokasi penemuannya berada  sekitar 350 meter arah timur dari posisi perahu terdampar dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian diteruskan dengan menyerahkan kepada pihak keluarga.

Mulwahyono menambahkan, Korban ke 3 atas nama Sutimin sudah berhasil ditemukan pada Sabtu siang. Digambarkan posisi saat diketemukan korban masih mengapung diantara gulungan ombak. Selanjutnya korban berhasil dievakuasi dan lanjut dibawa ke rumah duka.  Dengan demikian operasi SAR telah resmi ditutup.

“Kami berharap dari berbagai kejadian laka laut dapat dijadikan pelajaran berharga bagi rekan nelayan dalam menjalankan aktifitasnya mencari ikan dilaut. Yakni mengedepankan keselamatan dengan menggunakan alat keselamatan berupa pelampung, lifejaket, maupun alat keselamatan lainnya,” pungkasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *