Lanal Cilacap Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Kabupaten Cilacap menurut Indeks Risiko Bencana Indonesia masuk peringkat pertama se- Jawa Tengah dan nomor 17 nasional untuk tingkat ancaman kerawanan dan resiko bencana alam. Berbagai pihak terus berupaya melakukan penguatan mitigasi bencana alam. Seperti yang diselenggarakan Lanal Cilacap dengan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami.

Acara tersebut berlangsung di Mako Lanal Cilacap pada Selasa (19/11/19) pagi. Dalam kesempatannya Lanal Cilacap turut menggandeng unsur TNI – Polri, BPBD, BASARNAS dan pihak terkait.

Komandan Lanal Cilacap –  Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana SSos dalam sambutannya mengatakan, penanggulangan bencana alam merupakan proses yang dinamis, berlanjut dan terpadu. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas langkah yang berhubungan dengan observasi dan analisis serta pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi yang diakibatkan oleh bencana alam.

Kebijakan penanggulangan bencana ini dinilai memberikan prioritas tinggi pada peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kepada pemerintah daerah, TNI,Polri, masyarakat dan instansi terkait penanggulangan bencana alam. Dengan demikian, penanganan akan lebih cepat, tepat dan dapat meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Lebih lanjut, selain berpartisipasi dengan melaksanakan pelatihan dan informasi kepada masyarakat, kegiatan ini menjadi wadah kerjasama para pihak terkait yang memiliki sarana dan prasarana serta SDM untuk meningkatkan kemampuan, prosedur dan mekanisme penanggulangan bencana alam. Hal ini sesuai UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dalam operasi militer selain perang salah satu fungsinya membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana alam, pengungsian, pemberian bantuan kemanusiaan sampai pencarian dan pertolongan kecelakaan atau SAR. 

“Kegiatan ini bertujuan agar jika terjadi bencana alam, masyarakat dapat lebih mengetahui kejadian secara dini dan proses evakuasinya dapat kita laksanakan dengan cepat. Pelatihanya yang jelas ada klasikal, praktek mulai pemberitaan bencana hingga peringatan dini sunami dan proses evakuasi ketitik yang sudah ditentukan,” jelas Danlanal.

Sementara Kalakhar BPBD Cilacap – Tri Komara Sidy mengatakan,  tingginya potensi kebencanaan di Cilacap diharapkan dapat dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk  lebih mandiri dalam melakukan evakuasi. Masyarakat juga diminta tidak terus menerus ketergantungan dengan pihak lain, seperti BPBD dan unsur lainnya. Sebab menurutnya keselamatan setiap orang bergantung pada respon cepat dalam proses evakuasi secara mandiri. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *