Langgar SOP dan Tidak Kantongi Izin, Nahkoda Kapal Penganyoman IV Jadi Tersangka

CILACAP – Hasil penyidikan polisi terhadap kasus terbalik dan tenggelamnya Kapal Penganyoman IV di Perairan Cilacap ternyata berhasil menemukan adanya sejumlah pelanggaran dari SOP.

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro membeberkan sejumlah pelanggaran SOP dari penyidikan tersebut. Terungkap jika nahkoda kapal milik Kemenkumham ini ternyata tidak memiliki ijin berlayar dan tidak dilaporkan ke Syahbandar.

Bahkan nahkoda yang bernama Subagyo Antoro ini tidak menjalankan SOP dengan melakukan pengecekan kondisi kapal. Selain itu juga dinilai dan terbukti abai terhadap faktor keselamatan  karena tidak menyediakan pelampung dan sarana sesuai standar keselamatan lainnya.

“Bahkan kondisi kapal  juga tidak dicek terlebih dahulu sebelum berangkat. Sehingga terjadi over kapasitas dengan muatan dua truk tronton pengangkut pasir, dan terbalik saat hendak menyeberang ke Dermaga Sodong Nusakambangan,” kata Kapolres Cilacap.

Dikatakan, dari hasil penyedikan sebenarnya nahkoda sudah beberapa kali diingatkan berkaitan dengan kondisi kapal terkait dengan SOP yang belum terpenuhi.

Namun yang bersangkutan tetap bersikeras dengan menggunakan Kapal Penganyoman IV ini untuk digunakan beraktifitas sebagai sarana penyeberangan dari Dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong. Hingga akhirnya seperti yang diketahui mengalami kecelakaan diperairan Nusakambangan pada Jum’at, 17 September 2021.

“Atas perbuatannya, Nahkoda Kapal Penganyoman IV milik kemenkumham bernama Subagyo Antoro dikenakan Pasal 359 KUHP, karena kelalainya menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara,” tandasnya.