Masih Pandemi Ratusan Guru Penggerak Berkampanye, Ada Apa?

Ratusan guru berkampanye pendidikan secara serentak di Indonesia.

CILACAP – Pandemi Covid-19 ternyata tidak menjadi halangan bagi dunia pendidikan untuk terus melangkah dan menjadi lebih baik. Hal ini tergambar dalam aksi kampanye yang dilakukan oleh para Guru Penggerak di Indonesia, tak terkecuali Isnaeni Sumiarsih asal Kabupaten Cilacap.

Uniknya aksi kampanye dan berkerumun ini tidaklah membuat para  guru berhadapan dengan Satgas Covid-19. Pasalnya mereka berkumpul serta berkampanye melalui platform digital, dengan kata lain dilakukan bersama secara daring tanpa melanggar aturan prokes Covid-19.

Isnaeni Sumiarsih yang merupakan koordinator Guru Penggerak Angkatan 1 Kabupaten Cilacap dalam kesempatan turut ikut dalam kegiatan kampanye program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 bersama LPPKSPS.  Yakni untuk sejumlah daerah sasaran, seperti Kabupaten Bangka, Bangka Barat, kota Tanjung Pinang, Kolaka Timur, Buton Tengah, kota Kendari, Buton, Tolikara dan Maybrat.

Kampanye webinar bertajuk Maju Bersama Guru Penggerak ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, praktisi pendidikan, serta guru maupun sebanyak 970 peserta lainya. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada hari jumat, 15 Oktober 2021.

Adapun bertindak sebagai narasumber adalah sekretaris Ditjen GTK Kemdikbudristek – Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, Drs. Sri Mulyono, M.Pd selaku koordinator Pokja Pengingkatan Kompetensi LPPKSPS Kemdikbudristek. Kemudian Isnaeni Sumiarsih, S.Pd.,M.M  guru SMP Negeri 6 Cilacap, yang dalam hal ini dimoderatori fasilitator PGP LPPKSPS. –  Zaimatus Saida, S.Pd.,M.

Dalam pemaparannya, Koordinator Pokja Pengingkatan Kompetensi LPPKSPS Kemdikbudristek – Drs. Sri Mulyono, M.Pd  mengatakan, jika Guru penggerak adalah program yang menciptakan pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Program ini akan menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain.

Yakni diantaranya dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri. Kemudian memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.

Selanjutnya dikatakan ada aspek penting yang harus dimiliki Guru Penggerak, seperti memiliki perencanaan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua.

Dengan adanya kolaborasi antara murid dengan orang tua dan komunitas, diharapkan dapat mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid.  Dalam hal ini Guru Penggerak juga dituntut  dapat mewujudkan  visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.

“Kepala sekolah dan pengawas  sekolah adalah mitra strategis calon guru penggerak, Calon guru penggerak harus dapat berkoordinasi dengan kepala sekolah dan pengawas sehingga dapat mengikuti pendidikan dalam waktu lama dengan dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, Guru Penggerak asal SMP Negeri 6 Cilacap – Isnaeni Sumiarsih turut menyampaikan testimoninya terkait kegiatan guru penggerak. Salah satunya mengajak para  guru untuk dapat ikut serta dalam pendaftaran kegiatan pendidikan guru penggerak angkatan 5.

“Dalam webinar ini saya menyampaikan testimoni mengikuti kegiatan guru penggerak mulai dari tips dan trik agar lolos seleksi, kegiatan pembelajaran selama mengikuti pendidikan guru penggerak, serta pengalaman yang diperoleh dengan mengikuti pendidikan guru penggerak. Selain itu juga memberi motivasi kepada pada calon pendaftar pendidikan guru penggerak angkatan 5, agar bersemangat mengikuti proses seleksi,” tandasnya.

(Guruh)